MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai tancap gas mencari solusi konkret untuk sektor pangan sekaligus mengoptimalkan aset daerah.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Direktur Perumda Sultra, Akhmad Rizal, ke Kantor Wilayah Bulog Sultra, Selasa (7/4/2026), yang diterima langsung oleh Kepala Kanwil Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama strategis, mulai dari pemanfaatan gudang milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra hingga solusi atas rendahnya harga jagung di tingkat petani.
Rizal mengungkapkan, masih banyak aset strategis milik pemerintah daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah lahan sekitar 9 hektare di kawasan pertanian Wawolemo yang dinilai berpotensi untuk dikembangkan.
Menanggapi hal itu, Benhur Ngkaimi menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia menegaskan, Bulog siap memanfaatkan gudang milik Pemda, sepanjang Perumda mampu melakukan perbaikan dan revitalisasi.
“Kalau Perumda bisa menyiapkan atau memperbaiki gudang yang ada, Bulog siap gunakan. Ini juga mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kebutuhan gudang secara nasional masih mengalami kekurangan sekitar 3,7 juta ton, sehingga kerja sama ini dinilai memiliki prospek besar.
Selain soal infrastruktur, persoalan harga jagung di tingkat petani turut menjadi perhatian utama. Rizal menyoroti harga jagung yang masih rendah, yakni sekitar Rp5.500 per kilogram, yang disebabkan oleh proses pengeringan manual yang memakan waktu lama.
Sebagai solusi, Perumda mengusulkan pengadaan mesin pengering jagung portabel (bed dryer) berkapasitas 5 ton. Mesin ini mampu mengeringkan jagung hanya dalam waktu sekitar 4 jam.
Melalui skema yang disiapkan, Perumda akan membeli jagung basah langsung dari petani dengan harga yang lebih layak. Selanjutnya, jagung tersebut dikeringkan sebelum dijual ke Bulog atau pasar komersial dengan harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp6.400 per kilogram.
Skema ini dinilai mampu memberikan keuntungan ganda, yakni meningkatkan nilai jual hasil panen petani sekaligus membuka peluang bisnis bagi Perumda.
“Ini bukan hanya soal bisnis, tapi bagaimana kita bantu petani supaya tidak terus dirugikan,” kata Rizal.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera menyusun rencana bisnis yang matang untuk merealisasikan kerja sama tersebut. Selain itu, Perumda juga akan memastikan status hukum aset-aset Pemprov agar tidak terkendala saat dikerjasamakan.
“Kami baru tujuh bulan memimpin Perumda. Fokus kami mencari terobosan yang benar-benar berdampak bagi daerah,” tegasnya.
Sinergi antara Perumda Sultra dan Bulog ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor pangan. Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengelolaan aset daerah yang lebih produktif dan profesional. (red)












