BerandaDaerah

Gubernur ASR Serahkan Beasiswa Sultra Cerdas 2026 untuk 150 Mahasiswa, Total Bantuan Capai Rp1,8 Miliar

×

Gubernur ASR Serahkan Beasiswa Sultra Cerdas 2026 untuk 150 Mahasiswa, Total Bantuan Capai Rp1,8 Miliar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat menyerahkan bantuan dana pendidikan melalui Program Beasiswa Sultra Cerdas 2026 kepada 150 mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Jumat (22/5/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat menyerahkan bantuan dana pendidikan melalui Program Beasiswa Sultra Cerdas 2026 kepada 150 mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Jumat (22/5/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyerahkan bantuan dana pendidikan melalui Program Beasiswa Sultra Cerdas 2026 kepada 150 mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Jumat (22/5/2026).

Bantuan pendidikan tersebut disalurkan melalui Yayasan Asmar Abadi (ASR) sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda daerah.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,8 miliar kepada 150 mahasiswa terpilih dari total 3.282 pendaftar. Para penerima terdiri dari 50 mahasiswa kategori S1 Umum, 50 mahasiswa S1 Prestasi, 30 mahasiswa jenjang S2, dan 20 mahasiswa jenjang S3.

Usai menyerahkan beasiswa, Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa program tersebut awalnya dirancang melalui Program Sultra Cerdas menggunakan anggaran pemerintah daerah. Namun, realisasinya terkendala mekanisme penganggaran karena belum sesuai dengan nomenklatur APBD yang berlaku.

“Ini kita serahkan beasiswa kepada 150 penerima sesuai janji saya bahwa mereka akan menerima pada bulan Mei. Awalnya memang program ini dari Sultra Cerdas, tetapi anggaran yang tersedia saat ini belum bisa dimasukkan dalam program yang berjalan karena harus menunggu pergeseran anggaran,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia mengungkapkan, proses seleksi penerima sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu. Akan tetapi, bantuan belum dapat direalisasikan akibat persoalan administrasi dan mekanisme penganggaran daerah.

Karena tidak ingin para calon penerima menunggu terlalu lama, program tersebut akhirnya diambil alih oleh Yayasan Asmar Abadi agar bantuan pendidikan dapat segera disalurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan.

“Karena sudah terlalu lama, akhirnya diambil alih oleh Yayasan Asmar Abadi. Seleksi kemudian dilakukan kembali sesuai kriteria yang ditetapkan yayasan, dan akhirnya hari ini kita serahkan kepada 150 orang yang memang berhak menerima,” katanya.

Gubernur juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran APBD harus mengikuti aturan dan nomenklatur yang berlaku guna menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

“Kalau menggunakan dana APBD harus sesuai nomenklatur. Kalau tidak sesuai, itu berpotensi menimbulkan masalah hukum. Jadi pemerintah harus sangat hati-hati,” tegasnya.

Meski demikian, Andi Sumangerukka memastikan pemerintah daerah tetap membuka peluang untuk melanjutkan program bantuan pendidikan tersebut di masa mendatang, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Kalau nanti anggarannya tersedia dan sesuai nomenklatur, tentu akan kita lanjutkan. Tapi kalau belum memungkinkan, maka bisa saja dilanjutkan pada tahun depan,” pungkasnya.

Program Beasiswa Sultra Cerdas 2026 diharapkan mampu membantu mahasiswa Sulawesi Tenggara untuk terus melanjutkan pendidikan serta menjadi generasi unggul yang berkontribusi bagi pembangunan daerah. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!