MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan Komunitas Isyarat Tanpa Syarat (ITS) Kota Kendari menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai kebanksentralan, layanan informasi publik, serta perpustakaan BI Sultra, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional. Selain memperkuat semangat inklusivitas, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota Komunitas ITS Kota Kendari mengenai peran dan fungsi Bank Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra, Indra Gunawan dan Nur Annisa S. Laruddin, menyampaikan sejumlah materi terkait kebanksentralan, layanan informasi publik, dan literasi digital.
Peserta diajak mengenal lebih dekat Bank Indonesia sebagai bank sentral, termasuk fungsi dan tujuan Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai Rupiah serta mendukung kelancaran sistem pembayaran.
Edukasi juga mencakup materi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Peserta diberikan pemahaman mengenai Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, sekaligus pentingnya menggunakan, merawat, dan memperlakukan Rupiah dengan baik.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kemudahan dan manfaat transaksi pembayaran digital dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan layanan BICARA 131 sebagai kanal informasi publik Bank Indonesia. Sosialisasi juga mencakup pengenalan Perpustakaan BI Sultra dan IBI Library yang menyediakan akses terhadap berbagai koleksi e-book secara digital.
Kegiatan mendapat antusiasme dari seluruh peserta. Rangkaian materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan mengenai Bank Indonesia, Rupiah, dan sistem pembayaran digital, tetapi juga mendorong peningkatan literasi keuangan, literasi digital, serta pemanfaatan sumber informasi yang terpercaya.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Dengan demikian, edukasi mengenai inklusivitas, literasi, serta layanan Bank Indonesia dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. (red)












