MEDIATAMASULTRA.COM, MUNA – Sejumlah warga dari dua desa di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, menggelar aksi unjuk rasa akibat kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah. Dalam aksi tersebut, massa melakukan orasi hingga memblokade arus lalu lintas sehingga jalur wisata menuju Pantai Meleura dan Danau Napabale tidak dapat dilalui kendaraan.
Aksi itu dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Kecamatan Lohia, terdiri dari warga Desa Mantobua dan Desa Korihi. Mereka menilai pemerintah daerah selama ini abai terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kondisi ruas jalan di wilayah tersebut memang memprihatinkan. Permukaan aspal hampir habis dan menyisakan lubang besar di sejumlah titik. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati karena keselamatan mereka menjadi taruhan.
Padahal, ruas jalan Mantobua-Korihi merupakan akses utama menuju dua destinasi wisata unggulan Kabupaten Muna, yakni Pantai Meleura dan Danau Napabale. Jalur itu juga menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat Kecamatan Lohia.
Aksi protes mulai digelar sejak Rabu (27/5/2026). Sejumlah pemuda secara bergantian menyampaikan orasi sambil melakukan pembakaran ban bekas di tengah jalan. Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Bupati Muna Tidak Tahu Cara Membangun Muna”.
Koordinator lapangan aksi, Zainal Mantobua, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak serius menangani persoalan infrastruktur jalan di wilayah mereka.
“Ini mewakili aspirasi masyarakat dan para pengendara yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak. Kami menilai pemerintah masih abai dan tidak memiliki upaya serius melakukan pembenahan,” kata Zainal.
Ia mengungkapkan, kerusakan jalan sepanjang sekitar dua kilometer di ruas Mantobua-Korihi sudah terjadi hampir 10 tahun lamanya. Selama itu pula masyarakat harus menghadapi kesulitan mobilitas dan ancaman kecelakaan saat melintas.
“Selama ini masyarakat sudah sangat menderita akibat kondisi jalan tersebut,” ujarnya.
Zainal menegaskan aksi protes akan terus berlanjut hingga pemerintah daerah menunjukkan keseriusan melakukan perbaikan jalan. Bahkan, massa mengancam akan menutup total akses jalan apabila tuntutan mereka kembali diabaikan.
“Besok aksi masih akan berlanjut, bahkan akses jalan ini akan kami tutup total,” tegasnya. (mid)












