Beranda

BPS Rilis Indikator Strategis Sultra: Inflasi Naik, Ekspor Melesat, Pariwisata Menggeliat

×

BPS Rilis Indikator Strategis Sultra: Inflasi Naik, Ekspor Melesat, Pariwisata Menggeliat

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis sejumlah indikator strategis terkini yang mencakup perkembangan inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, transportasi, hingga sektor pariwisata.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, dalam siaran pers yang digelar di Kantor BPS Sultra, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Mei 2026 mengalami inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 4,07 persen. Dari seluruh daerah yang menjadi sampel penghitungan inflasi, Kota Baubau mencatat inflasi tertinggi, yakni sebesar 5,11 persen.

Sementara itu, inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) Sulawesi Tenggara pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,92 persen.

“Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tenggara pada Mei 2026 mencapai 101,64. Angka tersebut meningkat 3,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 98,15. Kenaikan NTP menunjukkan adanya peningkatan daya beli petani di wilayah Sultra,” ujarnya.

Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada April 2026 mencapai US$432,09 juta. Nilai tersebut meningkat 35,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$317,79 juta.

Selain ekspor, nilai impor Sulawesi Tenggara juga mengalami peningkatan signifikan. Pada April 2026, nilai impor mencapai US$453,05 juta atau naik 149,66 persen dibandingkan April 2025.

Dari sektor transportasi, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Sulawesi Tenggara pada April 2026 tercatat sebanyak 55.360 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 26,54 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 75.360 orang.

Penurunan juga terjadi pada angkutan laut domestik. Jumlah penumpang yang berangkat pada April 2026 tercatat sebanyak 150.405 orang atau turun 16,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 179.820 orang.

Sementara itu, sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Tenggara pada April 2026 tercatat sebesar 39,04 persen. Angka tersebut meningkat 13,93 poin dibandingkan Maret 2026 yang berada pada level 25,11 persen.

BPS Sultra menyebutkan bahwa perkembangan berbagai indikator tersebut menjadi gambaran kondisi ekonomi daerah yang terus bergerak dinamis, baik dari sisi harga, perdagangan, transportasi, maupun aktivitas pariwisata. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!