MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada perwakilan dari 3.500 siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB pada peluncuran Program Prioritas Pendidikan di Aula Dikbud Sultra, Selasa (7/7/2026).
Program beasiswa tersebut diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu sebagai upaya pemerintah meringankan beban biaya pendidikan sekaligus meningkatkan pemerataan akses pendidikan di Sulawesi Tenggara.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, sebagai tanda dimulainya penyaluran bantuan. Sementara itu, penyaluran beasiswa kepada seluruh penerima di 17 kabupaten/kota akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat.
Prof. Aris Badara menjelaskan, pada tahun 2026 sebanyak 3.500 pelajar akan menerima beasiswa, yang terdiri atas 1.700 siswa SMA, 1.700 siswa SMK, dan 100 siswa SLB. Masing-masing penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta yang disalurkan satu kali.
“Program ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh biaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisme penetapan penerima beasiswa diawali dengan pengusulan data oleh masing-masing satuan pendidikan. Usulan tersebut harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai syarat administrasi.
Selanjutnya, data calon penerima direkap oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra sebelum dikirim ke Inspektorat Provinsi Sulawesi Tenggara untuk dilakukan reviu sebagai bagian dari proses verifikasi dan validasi penerima bantuan.
Program Beasiswa bagi Siswa Miskin merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, bersama Wakil Gubernur Hugua di bidang pendidikan.
Melalui program tersebut, Pemprov Sultra berkomitmen membantu meringankan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Pemerintah berharap bantuan ini dapat meningkatkan semangat belajar para pelajar serta mengurangi angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, sehingga semakin banyak generasi muda Sultra yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. (red)












