Daerah

Wali Kota Kendari Resmikan Pasar Banteng, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Tertibkan Pedagang Liar

×

Wali Kota Kendari Resmikan Pasar Banteng, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Tertibkan Pedagang Liar

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, resmikan Pasar Banteng di Kelurahan Anduonohu sebagai pasar ke-12 yang resmi beroperasi di bawah naungan Pemerintah Kota Kendari. Kehadiran pasar ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, resmikan Pasar Banteng di Kelurahan Anduonohu sebagai pasar ke-12 yang resmi beroperasi di bawah naungan Pemerintah Kota Kendari. Kehadiran pasar ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus bergerak menata ruang kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan meresmikan Pasar Banteng di Kelurahan Anduonohu sebagai pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.

Pasar Banteng diresmikan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dan menjadi pasar ke-12 yang resmi beroperasi di bawah naungan Pemerintah Kota Kendari.

Hadirnya Pasar Banteng merupakan hasil kolaborasi strategis antara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari dengan pihak swasta, yakni CV Bersaudara Arsy Sinergi. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat iklim investasi sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, mengatakan kolaborasi pembangunan Pasar Banteng memiliki keunikan dibandingkan proyek-proyek sebelumnya.

“Uniknya, kali ini justru pihak swasta yang proaktif datang dan mengajak Pemerintah Kota Kendari untuk bekerja sama mendirikan Pasar Banteng ini. Ini sinergi yang sangat positif bagi iklim investasi dan penataan kota,” ujar Sahuriyanto saat memberikan keterangan, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan pasar menjadi salah satu strategi Pemkot Kendari dalam menyediakan ruang usaha yang layak bagi pelaku usaha kecil sekaligus menata ketertiban kota.

Menurutnya, keberadaan Pasar Banteng diharapkan mampu memberikan lapak yang representatif sehingga para pedagang dapat berjualan dengan aman dan nyaman. Selain itu, pasar ini juga menjadi solusi untuk mengurangi keberadaan pedagang liar yang selama ini memanfaatkan bahu jalan maupun trotoar sebagai lokasi berjualan.

“Melalui penyediaan pasar yang layak, kami berharap aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata, kemacetan akibat pedagang di pinggir jalan dapat dikurangi, dan estetika Kota Kendari semakin baik,” jelasnya.

Di balik berdirinya Pasar Banteng, terdapat kisah kepedulian seorang warga yang patut diapresiasi. Lahan tempat pasar tersebut berdiri merupakan milik warga setempat bernama Bu Nanang yang secara sukarela meminjamkan lahannya demi kepentingan masyarakat.

“Pemilik lahan, Bu Nanang, sangat luar biasa. Beliau dengan tulus meminjamkan lahannya untuk berdirinya pasar ini,” ungkap Sahuriyanto.

Untuk mendorong aktivitas perdagangan pada masa awal operasional, pengelola Pasar Banteng menerapkan kebijakan khusus berupa pembebasan biaya masuk bagi pedagang serta gratis tarif parkir bagi para pengunjung.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus awal agar aktivitas jual beli di Pasar Banteng Anduonohu segera berkembang, sehingga pasar ini dapat menjadi pusat perputaran ekonomi baru sekaligus destinasi belanja masyarakat, khususnya di wilayah Anduonohu dan sekitarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!