MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), menuntaskan pembayaran gaji bagi 2.641 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Penyerahan gaji tersebut berlangsung di Aula Gedung Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Kamis (9/7/2026).
Dalam arahannya, Gubernur ASR menyampaikan apresiasi kepada seluruh PPPK Paruh Waktu, khususnya yang bertugas di sektor pendidikan, kehutanan, perhubungan, serta perangkat daerah lainnya. Ia menilai para pegawai telah menunjukkan dedikasi, pengabdian, dan kesabaran selama menunggu pembayaran gaji selama enam bulan.
Gubernur menjelaskan, keterlambatan pembayaran gaji terjadi karena adanya kendala administrasi dan perbedaan data antara jumlah PPPK yang dilantik dengan data yang tercatat di pemerintah pusat.
“Kenapa ini baru kita bayarkan, alasannya supaya Anda tahu bahwa seharusnya yang kita terima itu hanya 738 orang PPPK. Pada kenyataannya, saat pelantikan ada 2.641 orang. Berarti ada 1.903 orang yang tidak terdaftar di Kementerian Aparatur. Kenapa ini bisa terjadi, karena ada sesuatu hal yang saya tidak perlu jelaskan,” ujar Gubernur.
Meski menghadapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tetap mengambil langkah untuk memenuhi hak para pegawai dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp34 miliar agar seluruh PPPK yang telah menerima surat keputusan pengangkatan tetap memperoleh gaji.
“Karena teman-teman sudah saya lantik, sudah mendapatkan rekomendasi dan surat keputusan, maka apa pun keadaannya dan apa pun ceritanya, hak kalian harus dibayarkan,” tegasnya.
Menurut ASR, keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap seluruh PPPK yang telah resmi dilantik dan menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
Momentum penyerahan gaji itu juga dimanfaatkan gubernur untuk bertatap muka secara langsung dengan para PPPK. Ia berharap pembayaran gaji tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya berharap tidak ada lagi ASN yang berada di zona nyaman. Jadilah penggerak perubahan dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (red)












