MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Senat Universitas Halu Oleo (UHO) menetapkan tiga kandidat dengan perolehan suara terbanyak pada tahap penjaringan bakal calon Rektor UHO periode 2026–2030, Jumat (10/7/2026). Prof Ida Usman memimpin perolehan suara dengan 15 suara, disusul Prof Takdir Saili dengan 11 suara, serta Herman yang meraih 10 suara.
Sementara itu, Prof Ruslin memperoleh tiga suara, Prof La Ode Santiaji Bande dua suara, sedangkan Edy Karno dan Yusuf Sabilu masing-masing meraih satu suara. Tiga bakal calon lainnya, yakni Baru Sadarun, Ma’ruf Kasim, dan Muliddin, belum memperoleh dukungan. Dalam pemungutan suara juga tercatat satu suara abstain tanpa adanya suara tidak sah.
Hasil penjaringan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai dasar pelaksanaan tahapan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026.
Pada tahap selanjutnya, ketiga kandidat akan mengikuti penyampaian visi dan misi serta wawancara di hadapan Kemendiktisaintek yang memiliki porsi 35 persen suara dalam pemilihan rektor.
Usai proses pemungutan suara, Prof Takdir Saili mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya dan menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan kementerian.
“Kita sudah serahkan semua ke menteri. Kita sudah bacakan visi misi. Nanti kita akan diwawancarai lagi sama Pak Menteri,” ujar Takdir.
Ia berharap proses pemilihan tetap berjalan secara profesional tanpa adanya manuver di luar mekanisme yang telah ditetapkan.
“Harapannya enggak usah kasak-kusuk ke mana-mana. Perwakilan menteri di sini sudah ada, Pak Dirjen juga sudah menyaksikan langsung. Jadi saya kira tidak perlu lagi ada upaya-upaya lain,” katanya.
Senada dengan itu, Prof Ida Usman menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian penjaringan berlangsung lancar dan diterima semua pihak.
“Alhamdulillah prosesnya berjalan dengan baik dan tidak ada yang komplain terhadap hasil yang diperoleh. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal bahwa UHO semakin cerdas dalam berdemokrasi,” tuturnya.
Ia berharap suasana kondusif tersebut tetap terjaga hingga tahapan akhir pemilihan.
“Mudah-mudahan pada tahap berikutnya kondisinya tetap adem ayem sehingga pemilihan rektor benar-benar menjadi pesta demokrasi bagi seluruh civitas academica Universitas Halu Oleo,” katanya.
Ida juga menegaskan kesiapannya mengikuti tahapan penyampaian visi-misi dan wawancara bersama Kemendiktisaintek. Menurutnya, kementerian akan menilai kapasitas masing-masing kandidat berdasarkan dokumen yang telah diserahkan, mulai dari curriculum vitae, visi-misi, hingga hasil penjaringan.
“Pak Menteri akan mempelajari seluruh berkas dan melakukan wawancara kepada tiga calon. Dari situlah akan dinilai siapa yang paling mampu membawa UHO semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Herman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya. Ia meyakini suara yang diraihnya berasal dari dukungan yang tulus.
“Saya sadari betul bahwa memang saya di antara calon-calon mungkin yang tidak punya tim sukses dan tidak punya apa-apa. Tapi dengan hasil ini saya akan berbuat maksimal,” katanya.
Herman menegaskan akan terus berikhtiar dan memaksimalkan persiapan menghadapi tahapan berikutnya, sembari menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan.
Ia juga menilai proses pemilihan Rektor UHO kali ini berlangsung lebih tenang, terbuka, dan demokratis dibandingkan sejumlah pemilihan sebelumnya.
“Alhamdulillah semua proses ini sesuai dengan tujuan awal saya, yaitu mentransformasi nilai dalam proses pemilihan rektor. Sekarang bisa dilihat sendiri bahwa semua berlangsung adem-adem saja. Saya yang pernah memimpin proses ini memiliki kepuasan tersendiri melihat jalannya pemilihan,” pungkasnya. (red)












