Daerah

Ekonomi Sultra Bergerak, Inflasi 3,35 Persen dan NTP Naik 2,24 Persen

×

Ekonomi Sultra Bergerak, Inflasi 3,35 Persen dan NTP Naik 2,24 Persen

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis sejumlah indikator strategis terkini terkait perkembangan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Sultra.

Indikator tersebut meliputi inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, transportasi, hingga perkembangan pariwisata.

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, menyampaikan perkembangan tersebut dalam siaran pers di Kantor BPS Sultra, Selasa (1/9/2026).

Hadi mengatakan, pada Agustus 2026, Sulawesi Tenggara mengalami inflasi secara tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,35 persen. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Kendari yang mencapai 3,66 persen.

Sementara secara bulanan atau month to month (m-to-m), Sultra justru mengalami deflasi sebesar 0,31 persen.

“Perkembangan inflasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat,” demikian disampaikan dalam ringkasan hasil siaran pers BPS Sultra.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Sultra pada Agustus 2026 tercatat sebesar 113,12. Angka tersebut meningkat 2,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada level 110,64.

Peningkatan NTP menunjukkan adanya perbaikan posisi daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi yang dikeluarkan.

Sementara itu, dari sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Sultra pada Juli 2026 mencapai US$393,11 juta. Angka tersebut meningkat 32,66 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebesar US$296,32 juta.

Pada periode yang sama, nilai impor Sultra juga mengalami peningkatan signifikan. Nilai impor Juli 2026 mencapai US$304,48 juta, atau naik 194,83 persen dibandingkan Juli 2025.

Dari sektor transportasi udara, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Sultra pada Juli 2026 tercatat sebanyak 57.109 orang. Jumlah tersebut meningkat 1,68 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 56.168 orang.

Berbeda dengan transportasi udara, jumlah penumpang angkutan laut domestik yang naik pada Juli 2026 tercatat sebanyak 134.979 orang. Angka tersebut turun 3,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 139.367 orang.

Sementara itu, perkembangan sektor pariwisata menunjukkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Sultra pada Juli 2026 mencapai 36,75 persen.

Namun, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 4,19 persen poin dibandingkan tingkat penghunian kamar pada bulan sebelumnya.

BPS Sultra menyebutkan, sejumlah indikator tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan kondisi ekonomi Sulawesi Tenggara, baik dari sisi harga, kesejahteraan petani, perdagangan internasional, mobilitas masyarakat maupun aktivitas sektor pariwisata. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!