MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengambil peran dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah ke pasar nasional.
Kali ini, Astindo Sultra dipercaya Kementerian Pariwisata menjadi salah satu seller dalam ajang eksklusif Business Matching 2026 yang digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8-10 September 2026.
Ketua DPD Astindo Sultra, Sartika S.IP., MM mengatakan, Astindo Sultra menjadi salah satu dari lima tamu kehormatan yang dipilih langsung oleh Kementerian Pariwisata untuk berpartisipasi sebagai seller dalam kegiatan tersebut.
Ajang tabletop eksklusif itu mempertemukan puluhan hospitality sellers yang terdiri atas hotel, destinasi wisata, serta penyedia layanan perjalanan dari berbagai wilayah di Indonesia dengan ratusan mixed buyers potensial dari Makassar maupun daerah lainnya.
Para buyer yang hadir berasal dari berbagai sektor, di antaranya agen tur dan perjalanan (tour & travel agencies), korporasi (corporate buyers), institusi pendidikan, BUMN, perwakilan pemerintah daerah, hingga event organizer di Makassar.
Fokus Promosi Destinasi dan Paket Wisata Sultra
Dalam ajang tersebut, Astindo Sultra bersanding dengan empat daerah lainnya yang turut menjadi seller, yakni Manado, Nusa Tenggara Timur (NTT), Morotai, dan Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sartika mengatakan, keikutsertaan Astindo Sultra menjadi momentum untuk memperkenalkan beragam potensi wisata Sultra kepada para pelaku industri pariwisata dan calon buyer dari berbagai daerah.
Sejumlah destinasi unggulan Sultra yang dipromosikan meliputi wisata bahari dan alam, seperti Wakatobi, Labengki, Pulau Namu, dan Pulau Bokori.
Selain itu, Astindo Sultra turut memperkenalkan destinasi wisata sejarah dan budaya, di antaranya Gua Liangkabori dan Keraton Buton.
Tidak hanya destinasi, Astindo Sultra juga menawarkan sejumlah paket perjalanan, termasuk paket City Tour Kendari yang mencakup Masjid Al Alam, Kebun Raya Kendari, Pantai Nambo, hingga Jembatan Bahteramas.
Menurut Sartika, keikutsertaan Astindo Sultra dalam Business Matching 2026 merupakan bagian dari langkah konsisten organisasi dalam memperluas promosi pariwisata Sultra melalui berbagai ajang Business to Business (B2B), baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan destinasi dan paket wisata Sultra secara langsung kepada pelaku industri perjalanan dan calon buyer,” ujarnya.
Ia berharap keikutsertaan Astindo Sultra dalam berbagai forum B2B dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Tenggara.
“Harapannya, promosi yang dilakukan secara konsisten dapat memperluas pasar pariwisata Sultra dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata daerah ke depan,” pungkasnya. (red)












