MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), mendorong Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari menjadi sekolah unggulan di Sultra. Untuk mewujudkan hal tersebut, peningkatan fasilitas pendidikan, kualitas tenaga pendidik, serta pengembangan kelas unggulan menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Hal itu disampaikan ASR saat melakukan kunjungan ke SMAN 1 Kendari, Selasa (3/11/2026). Kedatangannya disambut langsung Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau sejumlah ruangan dan fasilitas sekolah. Ia juga menyempatkan diri menyapa para siswa, termasuk peserta didik yang tergabung dalam kelas unggulan, siswa berprestasi, serta para guru.
Gubernur didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Mukhtar, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir.
ASR mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk melihat secara langsung perkembangan SMAN 1 Kendari, khususnya setelah pelantikan kepala sekolah yang baru.
Ia mengungkapkan, saat melantik kepala sekolah, dirinya memberikan waktu satu bulan untuk melakukan pembenahan, terutama pada empat aspek, yakni kebersihan, kerapian, keindahan, dan kesehatan lingkungan sekolah.
“Pertama, masalah kebersihan. Kedua, kerapian. Ketiga, keindahan, dan keempat kesehatan. Saya sudah melihat ada perubahan, terutama dari sisi kebersihan,” katanya saat diwawancarai Mediatamasultra.com, Selasa (3/11/2026).
Meski demikian, ASR menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, di antaranya penataan area parkir kendaraan, penempatan barang-barang bekas, serta penataan lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Menurutnya, pembenahan halaman, pagar, dan area parkir perlu dilakukan agar lingkungan sekolah terlihat lebih tertata, rapi, dan nyaman. Selain itu, fasilitas toilet juga perlu diperbaiki, ditambah, serta dijaga kebersihannya.
ASR menegaskan, Pemerintah Provinsi Sultra akan membantu pembenahan fasilitas pendukung sebagai bagian dari persiapan SMAN 1 Kendari menuju sekolah unggulan.
Ia menjelaskan, saat ini program kelas unggulan di SMAN 1 Kendari baru berjalan dengan dua rombongan belajar (rombel). Ke depan, pemerintah berharap jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi empat kelas pada tahun mendatang.
“Kalau kelasnya semua sudah unggulan, maka kita berharap sekolahnya menjadi sekolah unggulan. Kalau sudah mengarah ke sana, nanti akan kita bantu fasilitas-fasilitas pendukungnya, termasuk pembangunan dan kelengkapan guru serta sarana dan prasarana lainnya,” jelasnya.
Selain pengembangan sekolah unggulan, ASR juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa pendidikan ke luar negeri.
Menurutnya, Sultra perlu memperbanyak putra-putri daerah yang mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri. Ia menyebutkan, program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebenarnya tersedia setiap tahun, tetapi jumlah penerimanya dinilai masih belum signifikan.
ASR berharap para penerima beasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di luar negeri dapat kembali ke Sultra untuk mengabdikan ilmu dan keahliannya bagi pembangunan daerah.
“Kita berharap orang-orang dari Sulawesi Tenggara yang sekolah di luar negeri bisa kembali ke sini, mengabdi, dan menjadi agen perubahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan Gubernur Sultra. Menurutnya, peninjauan langsung yang disertai arahan dan evaluasi menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melakukan pembenahan.
Ia mengaku bangga atas perhatian pemerintah provinsi, terlebih dirinya baru sekitar satu bulan sepuluh hari menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.
Nur Aida menyebutkan, sejumlah pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan terutama berkaitan dengan penataan halaman, pagar sekolah, pemasangan paving block, fasilitas toilet, serta halaman upacara.
“Alhamdulillah, kunjungan Gubernur hari ini membuat kami sangat senang dan bangga. Apa yang kami tampilkan sudah sesuai dengan ekspektasi beliau. Namun, masih ada beberapa hal yang belum maksimal dan menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk terus diperbaiki,” ungkapnya.
Terkait pengembangan kelas unggulan, Nur Aida menjelaskan bahwa SMAN 1 Kendari saat ini telah memiliki dua kelas unggulan yang diisi siswa-siswi melalui proses seleksi ketat.
Seleksi tersebut meliputi nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), tes potensi akademik dengan tingkat kesulitan tinggi, wawancara bahasa Inggris, kemampuan bilingual, STEM, hingga prestasi olimpiade. Pihak sekolah juga melakukan wawancara dengan orang tua untuk memastikan adanya dukungan terhadap program tersebut.
Ia menambahkan, kelas unggulan saat ini diperuntukkan bagi siswa kelas X. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
Nur Aida menyebutkan, sejumlah siswa yang tergabung dalam kelas unggulan memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga fakultas kedokteran.
Ia mengatakan, Gubernur juga memberikan tantangan kepada pihak sekolah agar mampu membuktikan keberhasilan program kelas unggulan melalui capaian prestasi para siswa.
Apabila hasilnya memuaskan, jumlah kelas unggulan diharapkan dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya.
“Ini menjadi tantangan bagi kami. Kami berharap dan berdoa, setelah berusaha, hasil anak-anak kelas unggulan ini bisa sesuai harapan. Jika hasilnya bagus, jumlah kelas unggulan akan ditingkatkan pada tahun depan,” tutupnya. (sal)












