;
Daerah  

Siswa SMAN 1 Kendari Wakili Sultra di Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Nasional

Muh. Ridho Ramadhan. (FOTO: FAYSAL/MS)
Muh. Ridho Ramadhan. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari. Muh. Ridho Ramadhan, siswa kelas XII.A1, berhasil lolos sebagai salah satu delegasi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat nasional.

Kompetisi bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 26 November 2026 di Jakarta. Ridho akan mewakili Sultra pada cabang lomba Fisika, sekaligus menjadi satu-satunya siswa dari SMA negeri yang masuk dalam enam delegasi Sultra.

Ridho mengungkapkan, keikutsertaannya dalam OMI berawal dari ajakan guru yang mendorong dirinya untuk mencoba mengikuti seleksi. Meski awalnya sempat ragu karena sudah duduk di bangku kelas XII, ia akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut.

“Saya awalnya merasa mungkin sudah bukan bagian saya lagi karena sudah kelas XII. Tetapi karena memberanikan diri untuk mencoba, akhirnya saya ikut tes di tingkat kota dan alhamdulillah lolos. Kemudian mewakili Kota Kendari ke tingkat provinsi dan kembali dinyatakan lolos,” ungkap Ridho saat diwawancarai, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, OMI merupakan kompetisi yang memiliki konsep serupa dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN), tetapi berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Perjalanan menuju tingkat nasional tidak sepenuhnya berjalan mulus. Saat mengikuti seleksi tingkat provinsi, Ridho mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterlambatan kedatangan sehingga harus mengerjakan soal dengan waktu yang terbatas.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya hingga akhirnya berhasil masuk dalam enam siswa yang ditetapkan sebagai delegasi Sultra.

Keenam delegasi tersebut berasal dari sejumlah cabang kompetisi, yakni Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Ekonomi, dan Geografi. Menariknya, dari enam siswa tersebut, Ridho menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari sekolah menengah atas negeri, sementara lainnya berasal dari madrasah.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMAN 1 Kendari. Pasalnya, keikutsertaan dalam OMI merupakan pengalaman pertama bagi sekolahnya dan langsung berhasil meloloskan peserta hingga tingkat nasional.

“Ini merupakan salah satu prestasi luar biasa bagi sekolah kami. Karena ini pertama kalinya kami mengikuti OMI dan langsung bisa menjadi delegasi Sultra ke tingkat nasional,” katanya.

Ridho juga menjelaskan, pola seleksi tingkat nasional akan berbeda dengan tahapan sebelumnya. Jika pada tingkat kota dan provinsi peserta mengerjakan soal pilihan ganda, analisis kasus, hingga soal berbahasa Arab, maka di tingkat nasional sistem penilaian menggunakan soal isian singkat dan esai.

Peserta nantinya akan mengerjakan 10 soal isian singkat dan lima soal esai dengan durasi waktu sekitar dua jam 30 menit.

Menghadapi kompetisi nasional tersebut, Ridho mengaku telah mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. SMAN 1 Kendari bahkan menyiapkan pembimbing khusus atau tentor privat yang memiliki pengalaman meraih medali emas pada ajang OMI maupun Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

Dukungan tersebut diberikan melalui kerja sama atau nota kesepahaman (MoU), dengan seluruh biaya bimbingan ditanggung pihak sekolah.

“Alhamdulillah, sekolah sangat mendukung. Sekolah menyiapkan tentor privat yang pernah meraih medali emas di OMI maupun KSM. Nantinya akan ada bimbingan secara online untuk mempersiapkan diri menghadapi tingkat nasional,” jelasnya.

Menjadi satu-satunya siswa SMA negeri dalam delegasi Sultra menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ridho. Ia menyadari bahwa kompetisi tersebut akan mempertemukannya dengan peserta dari madrasah yang memiliki latar belakang pembelajaran agama, termasuk hadis dan bahasa Arab.

Namun, ia tetap optimistis dapat bersaing selama persiapan dilakukan secara maksimal.

Menurutnya, peluang untuk bersaing tetap terbuka, terutama apabila materi soal yang diberikan lebih mengarah pada pengetahuan umum dan keilmuan sesuai bidang kompetisi.

“Kalau soal dari awal sampai akhir banyak membahas hadis, ayat Al-Qur’an, dan sebagainya, mungkin peserta dari madrasah lebih mendominasi karena memang mempelajari hal tersebut. Tetapi kalau pembahasannya lebih umum, saya percaya masih bisa bersaing, apalagi kalau persiapannya betul-betul maksimal,” tuturnya.

Ridho berharap dapat memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik SMAN 1 Kendari dan Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.

Keikutsertaannya juga menjadi bukti bahwa siswa sekolah umum memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan bersaing dalam berbagai kompetisi, termasuk Olimpiade Madrasah Indonesia. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;