Beranda

Transaksi QRIS di Sultra Tembus Rp617,12 Miliar, Pengguna Capai 373.622

×

Transaksi QRIS di Sultra Tembus Rp617,12 Miliar, Pengguna Capai 373.622

Sebarkan artikel ini
BI Sultra saat menggelar Bincang Bersama Media yang membahas perkembangan makroekonomi Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa (29/9/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)
BI Sultra saat menggelar Bincang Bersama Media yang membahas perkembangan makroekonomi Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa (29/9/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (BI Sultra) mencatat perkembangan positif transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tenggara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPwBI Sultra), Edwin Permadi, mengatakan perkembangan transaksi non tunai di Sultra turut didukung tren akseptansi QRIS yang semakin meluas di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Edwin dalam kegiatan Bincang Bersama Media yang membahas perkembangan makroekonomi Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa (29/9/2026).

Edwin mengatakan, dari sisi pengguna, jumlah pengguna QRIS di Provinsi Sulawesi Tenggara hingga Agustus 2026 telah mencapai 373.622 pengguna. Angka tersebut tumbuh 29,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Agustus 2025.

Sementara dari sisi merchant, tercatat sebanyak 286.786 merchant yang telah menggunakan QRIS di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Jumlah tersebut tumbuh 32,02 persen (yoy).

“Perkembangan transaksi non tunai turut didukung oleh tren akseptansi QRIS sebagai game changer pembayaran ritel masyarakat,” kata Edwin.

Sejalan dengan meningkatnya akseptansi, nominal transaksi QRIS di Sultra pada Agustus 2026 mencapai Rp617,12 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 6,48 juta transaksi.

Edwin menyebutkan, jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Tenggara.

Untuk mendorong perluasan pembayaran non tunai, BI Sultra terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perbankan, regulator, pelaku usaha, serta berbagai komunitas strategis lainnya.

Sejumlah program juga telah diinisiasi untuk meningkatkan akseptasi digitalisasi daerah, di antaranya Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Kuliner Sulawesi Tenggara, serta berbagai program kolaborasi lainnya.

“Upaya perluasan juga dilakukan melalui penguatan komitmen bersama pemerintah daerah melalui pelaksanaan HLM Meeting, rapat koordinasi, capacity building, asistensi dan lainnya,” ujarnya.

Selain perkembangan QRIS di dalam negeri, Edwin juga menyampaikan capaian QRIS Antarnegara yang meraih penghargaan tingkat dunia “50-in-5 Awards 2026”.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Bank Indonesia dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, pada 21 September 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan global atas upaya Indonesia dalam membangun keterhubungan pembayaran digital lintas negara yang interoperable dan inklusif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri.

Sejak diimplementasikan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara oleh pengguna dari negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun.

Sementara itu, transaksi pengguna Indonesia di negara mitra tercatat sebanyak 4,67 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp1,73 triliun.

Di sisi lain, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan TP2DD pada 24 September 2026, TP2DD Provinsi Sulawesi Tenggara juga memperoleh penghargaan sebagai Juara 3 TP2DD Terbaik Tingkat Provinsi se-wilayah Sulawesi.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sekaligus mendorong perluasan ekosistem pembayaran non tunai di Sulawesi Tenggara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!