MEDIATAMASULTRA.COM, KONAWE – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), mengajak masyarakat untuk semakin gemar mengonsumsi ikan sebagai salah satu sumber pangan bergizi sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan.
Ajakan tersebut disampaikan ASR saat menghadiri sekaligus membuka Lomba Masak Serba Ikan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sultra tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2026.
Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan bazar UMKM olahan hasil perikanan serta harmoni bakar ikan yang melibatkan masyarakat dan perwakilan nelayan.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka mengaku sebagai salah satu orang yang gemar mengonsumsi ikan. Karena itu, ia mengajak masyarakat Sultra untuk membiasakan diri menjadikan ikan sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari.
“Karena ini acara makan ikan, saya pemakan ikan. Oleh karena itu, saya ingin mengajak masyarakat untuk sama-sama gemar memakan ikan. Kenapa? Karena ikan memiliki gizi dan nutrisi yang lebih baik,” ujar ASR saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi ikan juga harus dibarengi dengan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian laut. Sebab, kondisi laut yang bersih dan terjaga akan mendukung ketersediaan ikan segar serta meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
Ia menjelaskan, ketika masyarakat ikut menjaga kebersihan laut, kualitas hasil perikanan akan semakin baik. Kondisi tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi nelayan.
“Kalau kita menghargai laut, maka kita harus membersihkan laut. Kalau laut bersih, kita bisa mendapatkan ikan-ikan yang segar. Kalau ikannya segar, harganya pasti tinggi dan nelayan akan mendapatkan manfaatnya,” jelasnya.
ASR juga menyinggung tingkat konsumsi ikan masyarakat Sultra yang saat ini berada di urutan keempat secara nasional, dengan angka konsumsi sekitar 43 kilogram per kapita.
Ia berharap angka tersebut dapat terus ditingkatkan hingga mencapai 50 kilogram per kapita sehingga Sultra berpeluang menempati posisi teratas secara nasional.
Menurutnya, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mengajak masyarakat yang mulai beralih ke makanan cepat saji agar kembali membiasakan diri mengonsumsi ikan.
“Ini namanya back to basic. Makan ikan kembali. Kalau konsumsi kita bisa meningkat dari 43 kilogram menjadi 50 kilogram, mudah-mudahan kita bisa menjadi nomor satu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DKP Sultra, Hj. Hikmawaty, mengatakan Lomba Masak Serba Ikan bertujuan mengembangkan kreativitas dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan menjadi hidangan yang lezat, bergizi, menarik, serta inovatif.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), tetapi juga sejalan dengan prioritas pembangunan Gubernur Sultra, khususnya pengembangan sektor agromaritim berbasis ketahanan pangan.
Melalui optimalisasi potensi sumber daya kelautan dan perikanan, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, nilai tambah produk perikanan, usaha pengolahan hasil perikanan, serta memperkuat perekonomian masyarakat.
Hikmawaty mengungkapkan, pada 2026 Sultra mendapatkan alokasi pembangunan sebanyak 60 titik Kampung Nelayan Merah Putih. Hingga saat ini, progres pembangunannya telah mencapai sekitar 50 persen.
“Kita berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan Lomba Masak Serba Ikan dibagi dalam tiga kategori, yakni menu keluarga, menu balita, dan menu kudapan.
Selain perlombaan, DKP Sultra juga membagikan sebanyak 50 paket olahan hasil perikanan kepada perwakilan nelayan, ibu hamil, ibu menyusui, serta remaja pranikah sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya konsumsi ikan.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan bazar UMKM pengolahan hasil perikanan dari Kota Kendari yang menampilkan sedikitnya 30 jenis produk olahan berbahan dasar hasil laut.
Tidak hanya itu, harmoni bakar ikan juga melibatkan 24 perwakilan nelayan dan masyarakat yang bersama-sama mengolah serta menikmati hasil perikanan.
Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Sultra, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat agar semakin gemar mengonsumsi ikan dan hasil laut melalui inovasi berbagai menu olahan.
Menurutnya, Sultra memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, seperti ikan dan udang, sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal melalui kreativitas pengolahan pangan.
“Harapan saya, melalui lomba ini kita bisa mengolah sumber daya alam yang ada di Sulawesi Tenggara, khususnya ikan, udang, dan hasil laut lainnya. Kita juga ingin mengampanyekan agar masyarakat semakin gemar makan ikan dengan menghadirkan menu-menu baru yang lebih variatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, inovasi menu menjadi penting agar masyarakat tidak merasa bosan dengan olahan ikan yang selama ini dikonsumsi.
Hasil kreasi peserta dalam perlombaan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai jenis masakan berbahan dasar ikan.
Arinta juga berharap inovasi tersebut dapat disosialisasikan hingga ke tingkat kabupaten, kecamatan, desa, bahkan keluarga melalui jaringan kader PKK di masing-masing wilayah.
“Sebagai daerah kepulauan yang memiliki wilayah pesisir di mana-mana, seharusnya masyarakat Sulawesi Tenggara menjadikan ikan sebagai salah satu makanan utama. Kita ingin mereka semakin bersemangat mengonsumsi ikan melalui berbagai inovasi menu,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan minimal empat hingga lima kali dalam sepekan.
Menurutnya, kebiasaan tersebut penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membantu menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. (sal)












