;
Daerah  

488 Pencari Kerja Daftar Program Samudra, Lulusan S1 Mendominasi

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 488 orang pencari kerja tercatat mendaftar melalui Program Semua Mudah Dapat Kerja (Samudra) yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Jumlah tersebut berdasarkan data Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Sultra selama periode 23 Oktober hingga 3 November 2026.

Program Samudra merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), yang bertujuan memperluas akses kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.

Berdasarkan laporan analisis statistik pencari kerja, pendaftar didominasi lulusan perguruan tinggi, khususnya jenjang Strata Satu (S1). Tercatat sebanyak 246 orang atau 50,41 persen dari total pendaftar merupakan lulusan S1.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Provinsi Sultra, Andi Makkawaru, melalui laporan analisis tersebut mengungkapkan bahwa selain lulusan S1, pencari kerja juga berasal dari berbagai jenjang pendidikan lainnya.

“Selain lulusan S1, pencari kerja juga berasal dari lulusan SMA/MA sebanyak 159 orang (32,58 persen), SMK 43 orang (8,81 persen), DI-DIV sebanyak 26 orang (5,33 persen), S2 sebanyak enam orang (1,23 persen), SMP lima orang (1,02 persen), dan SD tiga orang (0,61 persen),” jelasnya, Selasa (3/11/2026).

Dominasi lulusan pendidikan tinggi tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan ketenagakerjaan di Sultra, terutama terkait kemungkinan ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri.

Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), khususnya pada kelompok masyarakat berpendidikan menengah ke atas.

Dari sisi usia, pencari kerja didominasi kelompok generasi muda berusia 21-25 tahun, yakni sebanyak 217 orang atau 44,47 persen. Selanjutnya, kelompok usia 26-30 tahun sebanyak 133 orang (27,25 persen), usia 31-35 tahun sebanyak 61 orang (12,50 persen), dan usia 17-20 tahun sebanyak 26 orang (5,33 persen).

Sementara itu, pencari kerja berusia 36-40 tahun tercatat sebanyak 32 orang (6,56 persen), usia 41-45 tahun sebanyak 12 orang (2,46 persen), serta usia di atas 46 tahun sebanyak tujuh orang (1,43 persen).

“Besarnya jumlah pencari kerja usia produktif menunjukkan tingginya partisipasi generasi muda dalam memasuki pasar kerja. Kondisi tersebut dapat menjadi penopang Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK),” ungkapnya.

Meski demikian, tingginya jumlah pencari kerja usia produktif juga menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja dan kemampuan penyerapan tenaga kerja oleh sektor industri.

Dari aspek gender, pencari kerja laki-laki tercatat sebanyak 327 orang atau 67,01 persen. Sedangkan perempuan berjumlah 161 orang atau 32,99 persen dari total pendaftar.

Komposisi tersebut dalam laporan analisis dikaitkan dengan karakteristik struktur ekonomi Sultra yang banyak ditopang sektor pertambangan mineral, industri pengolahan atau smelter, serta perkebunan.

Sektor-sektor tersebut memiliki karakteristik dan kebutuhan tenaga kerja tertentu yang turut memengaruhi komposisi partisipasi laki-laki dan perempuan dalam pasar kerja.

Data pendaftar Program Samudra ini menjadi gambaran profil pencari kerja di Sulawesi Tenggara, baik dari aspek pendidikan, usia, maupun gender.

Ke depan, penguatan keterhubungan antara dunia pendidikan, peningkatan keterampilan, dan kebutuhan dunia usaha serta industri menjadi aspek penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di Sultra. Dengan demikian, program perluasan akses kerja diharapkan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;