MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui edukasi kepada masyarakat, termasuk menanamkan kesadaran kepada anak-anak sejak usia dini.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, personel Satbrimob Polda Sultra menyambangi TK Smart School Baruga, Kota Kendari, Rabu (26/8/2026), untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya Karhutla.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mengenalkan bahaya serta dampak yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Agus Setiawan, mengatakan edukasi kepada anak-anak merupakan bagian dari langkah preventif untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Selain memberikan pemahaman tentang bahaya Karhutla, personel Satbrimob Polda Sultra juga membagikan masker kepada para peserta sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kondisi cuaca ekstrem maupun kabut asap.
“Pembagian masker dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk membantu meminimalisir dampak gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi cuaca ekstrem maupun potensi kabut asap,” ungkap Kombes Pol Agus Setiawan.
Menurutnya, edukasi yang diberikan sejak usia dini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif pada anak-anak, khususnya dalam menjaga lingkungan dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
“Melalui edukasi sejak usia dini, kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla,” ujar Dansat Brimob Polda Sultra.
Ia menambahkan, pencegahan Karhutla membutuhkan peran bersama, tidak hanya aparat pemerintah dan kepolisian, tetapi juga masyarakat, sekolah, serta lingkungan keluarga.
Satbrimob Polda Sultra pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dengan keterlibatan semua pihak dan penanaman kesadaran sejak usia dini, potensi terjadinya Karhutla diharapkan dapat dicegah dan ditekan sedini mungkin. (red)












