;

Cegah Stunting Sejak Dini, Dikbud Sultra Edukasi Siswa SMA/SMK se-Kabupaten Bombana

Dikbud Sultra saat menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting pada usia remaja bagi siswa/siswi SMA dan SMK se-Kabupaten Bombana. (Dok. Istimewa) 
Dikbud Sultra saat menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting pada usia remaja bagi siswa/siswi SMA dan SMK se-Kabupaten Bombana. (Dok. Istimewa) 

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting pada usia remaja. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi tingkat SMA dan SMK se-Kabupaten Bombana, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris, diwakili Kepala Bidang Perencanaan dan Penganggaran Dikbud Sultra, Nurhaerani Haeba, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memutus mata rantai stunting, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Kita memastikan masa depan generasi penerus kita tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, meskipun isu stunting kerap diasosiasikan dengan dunia kesehatan, peran sektor pendidikan sangatlah vital.

“Pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun kecerdasan tidak bisa dibangun di atas fondasi yang rapuh. Stunting adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak kita, karena tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga merusak perkembangan otak secara permanen,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memberikan pesan khusus kepada para remaja putri dan putra yang hadir. Kepada para siswi, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini agar kelak dapat melahirkan generasi yang unggul.

“Pastikan kalian tidak mengalami anemia, konsumsi makanan bergizi dan rutin meminum tablet tambah darah,” pesannya.

Sementara kepada siswa laki-laki, ia berpesan agar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarga di masa depan.

“Jadilah teladan dalam pola hidup sehat dan dukung pasangan kalian dalam memastikan kecukupan gizi keluarga,” tambahnya.

Pihaknya mendorong para pelajar untuk menjadi duta anti-stunting di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat.

“Ilmu yang kalian dapatkan hari ini adalah senjata paling ampuh untuk melawan stunting. Kepedulian kalian hari ini adalah investasi terbaik untuk masa depan Bombana dan Indonesia,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Dikbud Sultra berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan peran aktif remaja dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;