;

Dikbud Sultra Lakukan Sosialisasi Stunting Sebagai Upaya Preventif Pendewasaan Usia Pernikahan

Dikbud Sultra menggandeng TP PKK saat menggelar sosialisasikan pencegahan stunting kepada pelajaar SMA/SMK se-Kabupaten Kolaka.
Dikbud Sultra menggandeng TP PKK saat menggelar sosialisasikan pencegahan stunting kepada pelajaar SMA/SMK se-Kabupaten Kolaka.

MEDIATAMASULTRA.COM, KOLAKA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting pada usia remaja, Rabu (20/8). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA dan SMK se-Kabupaten Kolaka dan berlangsung di Kota Kolaka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sultra sebagai narasumber, yaitu dr. Asridah dan Silvia, SKM. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka serta para kepala sekolah SMA dan SMK dari seluruh wilayah setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, menekankan pentingnya pemahaman mengenai stunting sejak usia remaja. Menurutnya, pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu hamil atau orang tua, tetapi dimulai dari kesiapan para remaja itu sendiri.

“Anak-anakku sekalian, kalian adalah calon ayah dan ibu masa depan. Gizi dan kesehatan kalian hari ini akan menentukan kualitas generasi yang kalian lahirkan nanti,” ujarnya penuh semangat.

Prof. Aris menambahkan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan menjadikan para remaja sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penerima informasi. Ia mengajak para peserta untuk aktif berperan dalam upaya pencegahan stunting melalui tiga langkah utama:

1. Menjaga asupan gizi – Konsumsi makanan sehat dan seimbang, khususnya bagi remaja putri, agar terhindar dari anemia dengan rutin mengonsumsi tablet tambah darah.

2. Menerapkan pola hidup sehat – Rutin berolahraga, cukup istirahat, serta menjauhi rokok dan narkoba.

3. Menghindari pernikahan dini – Memahami bahwa pernikahan sebaiknya dilakukan saat seseorang sudah matang secara fisik, mental, dan ekonomi.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar matematika atau sejarah, tetapi juga tempat belajar menjadi manusia sehat dan bertanggung jawab atas masa depan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Dikbud, menegaskan komitmennya dalam mendukung pencegahan stunting dari hulu, khususnya melalui edukasi dan pembinaan remaja dalam upaya pendewasaan usia pernikahan. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;