;

Dorong Ekonomi Kreatif, Gubernur Andi Sumangerukka Jadikan Pariwisata Sektor Andalan Sultra

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (FOTO: PPID Pemprov Sultra)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (FOTO: PPID Pemprov Sultra)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah pada tahun mendatang.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menilai sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena beririsan langsung dengan pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan devisa daerah.

“Untuk pariwisata, ya, impact ekonominya besar. Walaupun asas prioritas kita ada empat pilar, tapi ekonomi kreatif itu beririsan dengan wisata. Karena wisata mendatangkan devisa, dan itu bisa kita manfaatkan untuk menambah pendapatan daerah,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Menurutnya, pariwisata bukan sekadar promosi destinasi, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat sinergi antara pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan infrastruktur pendukung di seluruh wilayah Sultra.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, Belli Tombili, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di Sultra menunjukkan kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, berkembangnya desa wisata, serta meningkatnya peran masyarakat lokal menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan sektor ini.

“Sulawesi Tenggara memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari wisata bahari, budaya, hingga ekowisata. Pemerintah provinsi terus mendorong pengembangan desa wisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata,” ujar Belli Tombili.

Ia menjelaskan, Wakatobi tetap menjadi ikon utama pariwisata Sultra dengan keindahan terumbu karang yang diakui dunia internasional. Namun, selain Wakatobi, sejumlah destinasi lain juga tengah dikembangkan sebagai kawasan unggulan, seperti Pulau Labengki, Pulau Taipa, Pantai Sani-Sani, Pantai Pitulua, Desa Wisata Soropia, serta kawasan wisata budaya di Muna dan Buton.

“Melalui program pengembangan 20 desa wisata unggulan, kami ingin menciptakan destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat. Pengelolaan berbasis komunitas ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.

Selain pengembangan destinasi, Dinas Pariwisata juga fokus pada peningkatan infrastruktur pendukung, digitalisasi promosi wisata, serta pelatihan pemandu dan pengelola homestay. Upaya ini dilakukan agar wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik selama berkunjung ke Sultra dan terdorong untuk kembali.

Belli Tombili menambahkan, pariwisata berkelanjutan yang memadukan aspek alam, budaya, dan ekonomi lokal menjadi kunci utama dalam membangun citra positif Sulawesi Tenggara sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional.

“Kita ingin menghadirkan pariwisata yang otentik, berkelanjutan, dan menghidupkan ekonomi lokal. Karena pada akhirnya, pariwisata yang baik adalah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan potensi wisata alam dan budaya yang melimpah, serta dukungan penuh dari Gubernur Andi Sumangerukka, Sulawesi Tenggara optimistis dapat menjadikan sektor pariwisata sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;