Daerah

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UHO Edukasi Warga Abeli Bijak Bermedia Sosial dan Tangkal Hoaks

×

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UHO Edukasi Warga Abeli Bijak Bermedia Sosial dan Tangkal Hoaks

Sebarkan artikel ini

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Dosen Jurusan dan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar sosialisasi bertajuk Bijak Bermedia Sosial dalam Mencegah Penyebaran Hoaks di Aula Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UHO Tahun 2026 di Kelurahan Abeli tersebut dihadiri Lurah Abeli beserta jajaran, pengurus Karang Taruna, ketua RT/RW, dan masyarakat setempat. Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Muhamad Rajab, M.Sos.I. dan La Ode Herman Halika, S.IP., M.I.Kom.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhamad Rajab menjelaskan bahwa hoaks merupakan bentuk informasi palsu yang sengaja dibuat untuk memprovokasi dan memengaruhi cara berpikir maupun perilaku masyarakat.

“Hoaks merupakan informasi yang sengaja diciptakan untuk memprovokasi dan memengaruhi seseorang dalam berinteraksi. Karena itu, masyarakat harus lebih kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi,” ujarnya.

Sementara itu, La Ode Herman Halika menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital agar masyarakat mampu mengenali berbagai bentuk hoaks yang banyak beredar melalui media sosial, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah ciri utama hoaks yang perlu diwaspadai, di antaranya penggunaan judul yang provokatif dan bombastis, sumber informasi yang tidak jelas atau anonim, serta isi pesan yang mengajak pembaca untuk meneruskan informasi secara berantai.

“Hoaks umumnya dibuat untuk memicu kepanikan dan sering menggunakan tata bahasa yang tidak baku. Sebagai masyarakat yang aktif menggunakan media sosial, kita harus bijak dalam memanfaatkannya serta memahami dampak yang dapat ditimbulkan apabila menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyebaran hoaks tidak akan dapat diminimalkan apabila masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk melakukan pengecekan fakta (fact-checking) sebelum membagikan informasi kepada orang lain.

Melalui sosialisasi tersebut, para dosen berharap masyarakat Kelurahan Abeli semakin cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial, mampu membedakan informasi yang benar dengan informasi palsu, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terbukti kebenarannya.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menghentikan penyebaran hoaks mulai dari diri sendiri dengan membiasakan memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen Ilmu Komunikasi FISIP UHO bersama mahasiswa KKN Tematik 2026 dalam meningkatkan literasi digital masyarakat di Kota Kendari. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!