Beranda

Dukung Asta Cita Presiden, Pemprov Sultra Anggarkan Program Makan Bergizi Gratis Rp20 Miliar pada 2025

×

Dukung Asta Cita Presiden, Pemprov Sultra Anggarkan Program Makan Bergizi Gratis Rp20 Miliar pada 2025

Sebarkan artikel ini
Sekda Sultra, Asrun Lio saat menghadiri penyaluran makan bergizi gratis yang digagas Dinas Sosial bertempat di Panti Asuhan dan luar panti asuhan sebanyak 70 anak.
Sekda Sultra, Asrun Lio saat menghadiri penyaluran makan bergizi gratis yang digagas Dinas Sosial bertempat di Panti Asuhan dan luar panti asuhan sebanyak 70 anak.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dalam rangka mendukung asta cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menganggarkan program makan bergizi gratis sebanyak Rp20 miliar pada 2025 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio mengatakan untuk mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp20 miliar. Kemudian, untuk implementasi program tersebut di Sultra akan dimulai pada awal tahun 2025.

“Jadi kita sekarang sudah melakukan uji coba, sebagai bahan evaluasi terkait objeknya, besarannya, makanan bergizinya yang standar, rekomended dan sesuai ahli gizi. Lalu dari uji coba ini nantinya tentu akan diwujudkan pada tahun 2025,” terang Asrun Lio kepada awak media, Senin (11/11).

Dikatakan, dalam uji coba makan gratis tersebut Provinsi Sultra telah laksanakan melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra yang melakukan uji coba di sejumlah sekolah di Kota Kendari.

Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Sultra yang dilakukan di beberapa Kabupaten seperti Kolaka, Buton, dan Wakatobi, dengan sasaran anak-anak yang terkena stunting.

Lalu Dinas Sosial yang disalurkan kepada anak yang kurang mampu di panti asuhan dan luar panti asuhan sebanyak 70 anak.

“Uji coba tersebut akan dilaksanakan selama satu minggu, yakni mulai 11-18 November 2024. Pembagian di panti kita lakukan hari ini, dan ternyata di panti itu ada dari SD, SMP dan SMA. Ini kita lakukan supaya semua perangkat daerah juga melakukan inovasi, melihat objek yang sesuai,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!