MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat dalam merespons banjir yang melanda Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Hujan deras yang mengguyur selama sepekan terakhir menyebabkan genangan di sejumlah titik, termasuk wilayah permukiman warga.
Kepala BPBD Sultra, La Ode Saifuddin, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menyalurkan berbagai bantuan bagi korban terdampak. Bantuan tersebut meliputi 40 lembar selimut, 60 unit matras lipat, dan satu unit genset.
“Selain BPBD, unsur pemerintah lainnya seperti Dinas Sosial juga turut memberikan dukungan. Mereka telah menyiapkan tenda pengungsian dan tenda penyimpanan logistik dari berbagai organisasi dan OPD terkait,” ujar Saifuddin saat diwawancarai, Senin (30/6).
Sebagai upaya tanggap darurat, Dinas Sosial Provinsi Sultra juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 402 warga terdampak. Dapur ini direncanakan beroperasi selama tujuh hari ke depan, menyesuaikan kondisi lapangan.
Tak hanya itu, evakuasi warga juga terus dilakukan. Basarnas menerjunkan perahu karet untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, termasuk membantu distribusi logistik. Sebanyak 20 kepala keluarga diketahui mengungsi di sebuah masjid dan membutuhkan air bersih yang hanya bisa diangkut melalui jalur air.

Pada Minggu (29/6), Gubernur Sulawesi Tenggara meninjau langsung lokasi pengungsian. Dalam kunjungannya, gubernur memerintahkan tim medis mengevakuasi salah satu warga yang sakit ke Rumah Sakit Bahteramas. Tim kesehatan dari pemerintah kota dan provinsi pun bergerak cepat melaksanakan instruksi tersebut.
Bantuan tambahan datang dari berbagai pihak. Sentra Meohai menyalurkan 53 kasur lipat, 30 paket family kit, 25 paket peralatan masak, 103 lembar selimut, 30 lembar terpal, 103 bungkus lauk-pauk, serta dua set tenda keluarga. Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sultra turut menyalurkan tiga unit tandon air guna mendukung kebutuhan air bersih warga.
Dalam hal personel, BPBD Sultra mengerahkan 20 orang, sementara Dinas Sosial Provinsi menurunkan 32 personel yang masih siaga di lapangan.
“Harapan kami, semoga bencana ini tidak terulang kembali. Namun demikian, pemerintah provinsi telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang,” pungkas Saifuddin.
Diketahui, penanganan banjir ini melibatkan banyak pihak, termasuk Kepolisian Polda Sultra, Pemkot Kendari, BPBD Sultra dan Kota Kendari, Dinas Sosial Sultra, Dinkes Kota Kendari, Puskesmas Lepo-Lepo, Tagana Kota Kendari, Babinsa, PMI Sultra, Basarnas, DMC Dhuafa, Sentra Meohai, Kementerian PU (BPBK Sultra), Pramuka Peduli Kwarda Sultra, BWS Sulawesi IV Kendari, Forum PRB Kota Kendari, Dinkes Sultra, serta Satpol-PP Sultra. (FA)












