MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan komitmennya dalam menata kawasan ikonik Eks-MTQ Kendari tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang kaki lima (PKL).
Komitmen tersebut diwujudkan dengan turun langsung menyerap aspirasi para pelaku UMKM yang selama ini berjualan di sekitar kawasan tersebut. ASR mengungkapkan, penataan kawasan Eks-MTQ berawal dari komunikasi intens dengan para pedagang sejak sekitar enam bulan lalu.
“Saya sempat berbincang langsung dengan para pedagang di sana. Saya tanya bagaimana ke depan yang mereka harapkan. Mereka meminta difasilitasi agar bisa berjualan di dalam kawasan yang lebih tertata dan bersih,” ujar ASR saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Sultra, Kamis (23/4/2026).
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra membangun fasilitas berupa tenant bagi para pedagang. Dari sekitar 50 pedagang yang terdata, pemerintah menyiapkan hingga 100 tenant untuk mengakomodasi kebutuhan.
“Waktu itu yang terdata sekitar 50 pedagang, tapi saya siapkan 100 tenant,” katanya.
ASR menegaskan, proses pendataan dilakukan secara ketat dengan mencantumkan identitas resmi seperti KTP guna mencegah adanya pihak yang tidak berhak memanfaatkan fasilitas tersebut.
Ia juga menyebut para pedagang telah diberikan waktu untuk menempati lokasi baru. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara dimanfaatkan sebagai waktu peresmian sekaligus penataan kawasan secara menyeluruh.
“Setelah kita bangunkan di dalam, tentu tidak logis jika mereka kembali berjualan di luar. Karena itu, kita minta semua masuk ke dalam area yang sudah disiapkan,” tegasnya.
Terkait mekanisme biaya sewa tenant, ASR menegaskan hingga saat ini belum ada penetapan tarif. Ia mengedepankan musyawarah antara pengelola dan para pedagang agar tercapai kesepakatan yang adil bagi semua pihak.
“Aturannya jelas, kalau menggunakan fasilitas pemerintah pasti ada biaya untuk kebersihan dan pemeliharaan. Tapi besaran itu harus dibicarakan bersama agar semua merasa adil,” jelasnya.
ASR berharap penataan kawasan Eks-MTQ Kendari tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan bersih, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM di daerah. (sal)












