BerandaDaerah

Hilirisasi Sub-Sektor Perkebunan, Masa Depan Investasi Sulawesi Tenggara

×

Hilirisasi Sub-Sektor Perkebunan, Masa Depan Investasi Sulawesi Tenggara

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menggiatkan transformasi besar-besaran pada hilirisasi sub-sektor perkebunan sebagai langkah strategis untuk mendorong masa depan investasi di daerah ini.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menyatakan bahwa upaya ini mencakup kebijakan terpadu dari hulu hingga hilir, terutama pada komoditas utama seperti kakao, mete, dan kelapa.

Rusdin Jaya menjelaskan, sektor perkebunan di Sultra saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penurunan produktivitas, serangan hama dan penyakit, hingga perlunya peremajaan tanaman yang sudah tua.

Selain itu, ketersediaan benih unggul yang terstandar masih menjadi kendala utama. Oleh sebab itu, pemerintah menekankan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta guna mengatasi permasalahan tersebut.

“Dalam visi dan misi Gubernur Sultra, ASR (Andi Sumangerukka), kami akan menggenjot produksi, produktivitas, serta pendampingan langsung kepada petani. Mulai dari penyediaan benih berkualitas, pemeliharaan tanaman, hingga pemberian pupuk tepat waktu, agar hasil perkebunan bisa meningkat secara signifikan,” ungkap Rusdin Jaya, kepada mediatamasultra.com, Rabu (3/9/2025).

Dari sisi hilir, tantangan utama adalah mendorong terciptanya produk perkebunan berkelanjutan yang sesuai standar pasar nasional maupun internasional. Peningkatan daya saing melalui efisiensi produksi dan adopsi teknologi modern diharapkan mampu mendukung kampanye positif komoditas perkebunan Sultra di kancah global.

“Dinas Perkebunan dan Hortikultura juga berkomitmen membangun kemitraan serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat petani. Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan Sulawesi Tenggara maju dengan masyarakat yang aman, sejahtera, dan religius,” ucapnya.

Selain itu, pembangunan sub-sektor perkebunan dan hortikultura difokuskan pada beberapa isu strategis utama, antara lain: meningkatkan produksi, produktivitas, mutu, dan nilai tambah produk; peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik petugas maupun petani; menjaga nilai tukar petani (NTP) Sultra; memperbaiki kelembagaan usaha ekonomi produktif di desa; menciptakan sistem penyuluhan yang efektif; serta menumbuhkan generasi milenial yang peduli terhadap sektor ini.

Langkah-langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menarik investasi serta mendorong kemajuan sektor perkebunan yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!