MEDIATAMASULTRA.COM, KONAWE – Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SPP-SPMA Wawotobi Sulawesi Tenggara/SMKN PP 5 Konawe periode 2026-2030 resmi dikukuhkan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tenggara, Mujahidin, mewakili Gubernur Sultra, di Aula SMKN PP 5 Konawe, Sabtu (20/6/2026).
Dalam pengukuhan tersebut, Sahuriyanto Meronda resmi menjabat sebagai Ketua IKA Alumni SPP-SPMA Wawotobi Sultra, didampingi Titin Prihatin sebagai Sekretaris dan Imelda sebagai Bendahara.
Sahuriyanto sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV IKA Alumni yang digelar di Pantai Nambo, Kota Kendari, pada Februari 2026 lalu.
Prosesi pengukuhan diawali dengan gerakan penanaman ribuan bibit cabai oleh para alumni di kawasan lahan budidaya sekolah, yang dilanjutkan dengan peninjauan Green House SMKN PP 5 Konawe.
Mewakili Gubernur Sultra, Mujahidin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi alumni menjadi lebih solid dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kami menaruh harapan besar semoga di bawah kepengurusan baru organisasi alumni ini akan bergerak lebih dinamis, solid, dan mampu mengonsolidasikan seluruh potensi alumni untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah Sulawesi Tenggara yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Menurutnya, alumni SPP-SPMA Wawotobi memiliki warisan nilai kerja keras, disiplin, gotong royong, dan pengabdian yang harus terus dijaga. Selain mempererat silaturahmi lintas generasi, organisasi alumni juga diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman, informasi usaha, serta mendorong pengembangan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Keberadaan IKA Alumni SMKN PP 5 Konawe ini hendaknya menjadi wadah bagi para alumni untuk memperkuat persatuan dan silaturahmi lintas generasi, sekaligus menjadi sarana bertukar informasi dan pengalaman usaha,” katanya.
Mujahidin juga menegaskan pentingnya mengembalikan kejayaan SMKN PP 5 Konawe yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu sekolah pertanian unggulan di Sulawesi Tenggara.
Ia mendorong terbangunnya sinergi antara sekolah, alumni, dan pemerintah daerah dalam mengembangkan program pertanian produktif, seperti budidaya cabai, tomat, dan bawang, yang sejalan dengan upaya pengendalian inflasi daerah.
Sementara itu, Ketua IKA Alumni SPP-SPMA Wawotobi Sultra/SMKN PP 5 Konawe, Sahuriyanto Meronda, menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi dengan seluruh alumni dan pemangku kepentingan guna mewujudkan berbagai program organisasi selama empat tahun ke depan.
“Kami ingin mengembalikan kejayaan SPP-SPMA Wawotobi yang telah berdiri selama 56 tahun. Ini adalah sekolah yang telah melahirkan banyak alumni berkualitas dan berkontribusi di berbagai bidang. Karena itu, dibutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Sahuriyanto juga menyoroti kondisi sejumlah sarana dan prasarana sekolah yang membutuhkan perhatian, salah satunya aula pertemuan yang telah puluhan tahun belum mendapatkan perbaikan memadai.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sultra dapat mendukung peningkatan infrastruktur sekolah agar kualitas pendidikan dan kenyamanan siswa semakin meningkat.
“Alhamdulillah, berdasarkan komunikasi dengan Dinas Pendidikan Sultra, sejumlah program peningkatan sarana dan prasarana sekolah sudah direncanakan dan akan mulai direalisasikan pada tahun 2027,” terangnya.
Usai pengukuhan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan reuni akbar alumni yang dipusatkan di Inolobunggadue Central Park (ICP) Konawe. Kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan berbagai doorprize menarik dari sejumlah sponsor.
“Saya berharap seluruh alumni beserta keluarga dan masyarakat dapat hadir dalam kegiatan jalan santai tersebut karena panitia telah menyiapkan ratusan kupon doorprize,” tandasnya.
Melalui momentum pengukuhan ini, IKA Alumni SPP-SPMA Wawotobi Sultra berkomitmen menjadi mitra strategis sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah. (red)












