Kloter 24 Jemaah Asal Sultra Harap Doa dan Dukungan Dari Seluruh Masyarakat

Nampak kebahagian kloter 24 asal Sultra setelah di Arafah, Mina dan melempar jumrah. (istimewa)
Nampak kebahagian kloter 24 asal Sultra setelah di Arafah, Mina dan melempar jumrah. (istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio yang tergabung dalam kloter 24 jemaah haji asal Sultra tak henti-hentinya mengharapkan doa dan dukungan seluruh masyarakat agar perjalanan ibadah haji berjalan dengan lancar. Hal ini disampaikan Asrun Lio dalam catatannya yang juga selaku Petugas Haji Daerah (PHD).

“Saya, Drs Asrun Lio MHum PhD selaku Sekda Provinsi Sultra yang juga sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) bersama saudara Sugianto sebagai Ketua Kloter, saudara Ahmad sebagai Pembimbing Ibadah, Andi Nurmawanti sebagai TKHK- Dokter, Nur Aswat sebagai TKHK- Perawat, Mujiarti sebagai TKHK- Perawat, Husnia sebagai PHD, dan Nur Hikmah sebagai PHD serta seluruh jamaah kloter 24 terus mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sultra agar perjalanan ibadah haji bisa berjalan lancar, aman, dan maksimal. Aamiin,” terang Asrun Lio, Minggu (2/7).

Dikatakan, segala puji hanya milik Allah SWT, kepunyaannya segala sesuatu, baik yang ada di langit maupun di bumi. Hanya Kepadanya tempat meminta pertolongan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah serta setiap aktivitas kehidupan ini. Salawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, yang merupakan pemberi suri teladan terbaik sepanjang zaman.

“Hari ini, Minggu (2/7) Tahun 2023 Masehi bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1444 Hijriah, para jemaah Indonesia asal Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya kloter 24 yang didominasi oleh umur lanjut usia (lansia), alhamdulillah masih dalam kondisi baik. Demikian untuk kesehatan,” ujarnya.

Dijelaskan, sejak Sabtu (1/7) atau 12 Dzulhijjah, tepatnya pukul pukul 19.00 waktu Arab Saudi, semua jemaah Indonesia asal Sultra khususnya kloter 24 sudah berada di Makkah. Khusus untuk kloter 24, kegiatan berikutnya yakni melakukan Tawaf Ifadhah dan sebelum meninggalkan Makkah seluruh jamaah akan melakukan Tawaf Wadah untuk kemudian menuju Madinah.

“Sebelumnya, para jamaah kloter 24 berangkat menuju Arafah pada Senin (26/6) atau 8 Dzulhijjah. Sepanjang perjalanan kami mengiringi dan diiringi dengan lantunan bacaan talbiyah ‘Labbaikallahumma labbaik.’ Ya Allah, aku penuhi panggilanMU”. Sungguh perjalanan spritual haji yang penuh haru. Ketika sampai di tenda, para jamaah tetap memperhatikan kesehatan dan mengikut petunjuk petugas. Bahkan saat berada di tenda, pembimbing ibadah kembali memberikan penjelasan terkait tata cara melaksanakan rangkaian ibadah haji, khususnya saat melontar jumrah,” ungkapnya.

Asrun Lio menyampaikan, wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah hingga matahari terbit pada tanggal 10 Zulhijah atau ketika hari raya iduladha. Setelah itu, para jemaah haji termasuk kloter 24, melakukan perjalanan dari Arafah menuju ke Mina dan singgah sebentar di Muzdalifah untuk mabit hingga terbit fajar. Pergerakan menuju Muzdalifah ini diatur hingga menjelang subuh karena banyaknya jemaah sedangkan bus pengangkut terbatas. Saat di perjalanan inilah para jemaah haji mengambil kerikil dari tanah hamparan di Muzdalifah untuk melempar jumrah di Mina.

“Saat itulah kami menunggu jadwal untuk melontar jumrah. Pelontaran jumrah ini diatur oleh Maktab agar tidak terjadi penumpukan jemaah saat melontar. Alhamdulillah, lontaran jumrah Akabah telah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah tepatnya pukul 23:00 Waktu Arab Saudi. Alhamdulillah Allahu akbar, atas izin Allah SWT hingga saat ini para jemaah haji kloter 24 terus mengikuti seluruh rangkaian ibadah bersama, meskipun suhu di Mina sempat mencapai hingga 43 derajat, namun kemudian turun hingga mencapai 37 derajat pada sore hari,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!