Daerah

La Ode Darwin Resmi Pimpin HKTI Muna Barat, Fokus Perkuat Sektor Pertanian

×

La Ode Darwin Resmi Pimpin HKTI Muna Barat, Fokus Perkuat Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini
La Ode Darwin saat menerima bendera pataka sebagai Ketua HKTI Muna Barat dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKTI, H. Abdul Kadir Karding, usai pelantikan serentak pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Tenggara di Aula Serbaguna Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Kamis (10/9/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)
La Ode Darwin saat menerima bendera pataka sebagai Ketua HKTI Muna Barat dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKTI, H. Abdul Kadir Karding, usai pelantikan serentak pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Tenggara di Aula Serbaguna Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Kamis (10/9/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI La Ode Darwin resmi memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Muna Barat (Mubar). Pelantikan tersebut berlangsung serentak bersama pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Serbaguna Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, Kamis (10/9/2026). Prosesi pelantikan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKTI, H. Abdul Kadir Karding.

Usai dilantik, La Ode Darwin yang juga menjabat sebagai Bupati Muna Barat mengatakan, amanah sebagai Ketua HKTI Mubar akan dijalankan dengan serius, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan petani.

“Ini menjadi keseriusan kami ke depan. Insyaallah, kami akan sejalan dengan program-program pemerintah dalam memperhatikan petani yang ada di Kabupaten Muna Barat,” ujar La Ode Darwin saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting bagi masyarakat Muna Barat. Ia menyebut sekitar 80 hingga 90 persen masyarakat di daerah tersebut menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Karena itu, keberadaan HKTI diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi petani Muna Barat kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian.

“HKTI ini memiliki jejaring dan hubungan yang cukup baik dengan pemerintah pusat. Insyaallah, ini menjadi langkah yang lebih baik untuk membantu menyampaikan aspirasi-aspirasi petani yang ada di Kabupaten Muna Barat kepada pemerintah pusat, terutama Kementerian Pertanian,” katanya.

Darwin juga menilai sinergi antara HKTI, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah menjadi penting untuk mempercepat program peningkatan kesejahteraan petani.

Ia mengatakan, dalam pelantikan tersebut Gubernur Sultra juga ditunjuk sebagai Ketua HKTI Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Ini nyambung, bagaimana program dari pemerintah pusat ke gubernur dan pemerintah daerah bisa berjalan bersama untuk mensejahterakan petani,” jelasnya.

Darwin menyebut sejumlah komoditas pertanian menjadi fokus pengembangan di Muna Barat, di antaranya jagung, padi dan kacang tanah. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya persoalan kekeringan.

“Memang masih banyak kendala, terutama kekeringan dan sebagainya. Insyaallah dengan adanya kami di HKTI, yang selama ini mungkin agak kesulitan mencari jejaring di Kementerian Pertanian, ke depan bisa menjadi lebih baik lagi melalui jejaring HKTI,” ungkapnya.

Dari sisi ketersediaan lahan, Darwin mengatakan Muna Barat memiliki potensi yang cukup luas untuk pengembangan sektor pertanian.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah saat ini tengah mendorong program pencetakan sawah baru dengan luas mencapai sekitar 800 hektare lebih.

“Untuk lahan cukup luas. Terutama untuk sawah, tahun ini dan tahun depan sudah diproyeksikan kurang lebih sekitar 800 hektare lebih untuk cetak sawah baru,” ujarnya.

Darwin menambahkan, Kementerian Pertanian sebelumnya telah turun langsung dalam program pencetakan sawah baru di Muna Barat. Selain padi, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu sektor unggulan.

“Jagung memang ini yang sementara kami progres betul. Kami maksimalkan sehingga Muna Barat bisa menjadi sentra jagung ke depan di wilayah Kepulauan,” pungkasnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!