MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan capaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur pada tahun 2024, dengan persentase serapan anggaran mencapai 94,46%. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Sultra, Muhammad Nurjaya, saat diwawancarai dikantornya, Kamis (2/1).
Menurut Nurjaya, sepanjang tahun 2024, fokus utama Dinas Perumahan adalah memenuhi hak-hak dasar masyarakat, terutama terkait dengan pangan, papan, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, dan infrastruktur yang baik. Salah satu pencapaian utama adalah penataan kawasan kumuh dan penyediaan prasarana serta sarana utilitas umum di lingkungan pemukiman.
Nurjaya menyebutkan bahwa dua program besar yang berhasil mencapai 100% adalah penataan kawasan kumuh dan program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Untuk program Rutilahu, sebanyak 320 unit rumah diperbaiki dengan total anggaran Rp17 miliar. Sementara untuk penataan kawasan kumuh, pemerintah provinsi berhasil membangun berbagai fasilitas, termasuk jalan lingkungan sepanjang 45,5 kilometer dan drainase sepanjang 10,6 kilometer.
“Artinya ini sangat menunjang kehidupan masyarakat di pemukiman khususnya,” ucapnya.
Selain itu, pembangunan tembok penahan longsor sepanjang 1,9 kilometer tersebar di 17 kabupaten/kota dan penerangan jalan lingkungan yang mencakup 633 titik lampu juga telah berhasil diselesaikan.
“Pembangunan sumur bor untuk mengatasi kekeringan tersebar di 12 kabupaten/kota, dengan total 352 unit dan anggaran sebesar Rp22 miliar,” jelasnya.
Nurjaya juga mengungkapkan bahwa proyek-proyek tersebut menyerap sekitar 7.800 tenaga kerja, termasuk tukang yang terlibat dalam perbaikan rumah tidak layak huni.
“Secara keseluruhan, total anggaran yang disalurkan untuk proyek-proyek tersebut mencapai Rp219 miliar di 2024 tesererap sebanyak 94,46%,” ungkapnya.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan media. Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Menyongsong tahun 2025, Nurjaya mengungkapkan resolusi untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, dan penguatan tata kelola pemerintahan.
“Dinas Perumahan bertekad untuk terus melaksanakan program-program pembangunan yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang berpenghasilan rendah,” tutupnya. (**)












