Pembangunan Patung Oputa Yi Koo di Kotamara Baubau Segera Diresmikan

Martin Efendi Patulak.
Martin Efendi Patulak.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan pembangunan patung pahlawan nasional asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo yang terletak di Kotamara, Kota Baubau, Sultra akan segera diresmikan setelah melalui tahap audit oleh Inspektorat Sultra.

Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya, Bina Marga dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pengusulan kepada Inspektorat Sultra untuk dilakukannya audit. Dan menurutnya proses tersebut sementara berjalan.

“Progres sekarang sudah 99%. Jadi kita sudah usulkan untuk di audit Inspektorat dan mereka sudah akan kelapangan. Diperkirakan prosesnya itu tidak lama, palingan dua hari sudah selesai,” terang Efendi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (14/8).

Dikatakan, setalah dilakukannya audit dari pihak inspektorat nantinya bakal melaporkan hasil auditnya terlebih dahulu ke Dinas Cipta Karya dan kepada pimpinan.

“Setalah itu hasil laporannya dilaporkan ke kami dan ditembuskan ke pimpinan,” ucapnya.

Dijelaskan, audit yang dilakukan oleh Inspektorat daerah bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses pembangunan patung ini telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Tahap ini juga mencakup pengecekan penggunaan anggaran dan kualitas hasil kerja, agar proyek tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat,” terangnya.

Dia bilang, bila semua tahapan telah selesai dan berjalan lancar patung pahlawan dengan ketinggian 23 meter dengan memakan anggaran Rp17 miliar ini rencananya bakal diresmikan sekitar bulan September 2024 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Efendi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar patung. Mengingat ini merupakan patung terbesar dan tertinggi yang ada di Sultra.

“Patung ini juga merupakan patung pahlawan yang seharusnya dikenang bukan justru sebaliknya. Olehnya dilingkungan patung Oputa Yi Koo untuk menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan, jangan merusak bagian-bagian yang sudah ada karena itu menjadikan ikon baru bagi Kota Baubau,” pungkasnya. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!