MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan klarifikasi terkait permintaan Kepala Desa Labela, Kabupaten Konawe, Damadi, yang menagih janji Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), mengenai pengadaan kendaraan dinas berupa sepeda motor bagi para kepala desa.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhammad Shalihin, menjelaskan bahwa pemberian motor tersebut bukan merupakan janji politik, melainkan bentuk tantangan (challenge) dari Gubernur ASR kepada seluruh kepala desa untuk mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di masing-masing wilayah.
“Pada akhir Mei 2025, saat kedatangan Wakil Menteri Desa dalam kegiatan percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Bapak Gubernur memberi dukungan dan tantangan kepada para kepala desa. Jika seluruh desa di Sultra mampu membentuk koperasi 100 persen hingga 30 Juni 2025, maka beliau akan memberikan reward berupa sepeda motor,” jelas Shalihin, Kamis (16/10/2025).
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, target pembentukan koperasi 100 persen tidak tercapai. Dari total desa di Sultra, capaian pembentukan koperasi hanya mencapai 92 persen.
“Karena target 100 persen tidak tercapai, reward tersebut tidak bisa direalisasikan. Saat itu Sultra berada di posisi ke-20 dari 38 provinsi dalam capaian pembentukan koperasi Merah Putih,” tambahnya.
Meski begitu, Pemprov terus melanjutkan program penguatan koperasi desa. Dari 2.285 Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk, hingga pekan kedua Oktober 2025 baru sekitar 580 koperasi atau 25,38 persen yang sudah beroperasi.
Saat ini, Satgas Koperasi Merah Putih terus melakukan pendampingan dan monitoring agar seluruh koperasi bisa aktif beroperasi hingga akhir tahun 2025.
Shalihin menjelaskan, koperasi yang dinyatakan operasional minimal telah memiliki kantor, satu gerai transaksi aktif, serta melakukan perekrutan anggota.
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas, Pemprov Sultra juga akan menggelar pelatihan bagi pengurus koperasi di 17 kabupaten/kota. Setiap koperasi akan mengirimkan dua orang pengurus untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kita berharap koperasi Merah Putih benar-benar menjadi wadah ekonomi gotong royong di desa. Pemerintah terus mendukung agar koperasi ini tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Shalihin. (sal)












