MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih. Upacara ini dipimpin oleh Gubernur Sultra yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, La Ode Fasikin, di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (11/8).
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Anggota DPRD Sultra, para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah dan Biro lingkup Pemprov Sultra, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sultra, serta para anggota LVRI Provinsi Sultra.
Dalam upacara ini, Plh Sekda Sultra membacakan sambutan Ketua Dewan Pimpinan Pusat LVRI, Letnan Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa peringatan Harvetnas merupakan bentuk penghargaan negara kepada para pejuang yang telah berjasa merebut kembali kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya melalui peristiwa Pertempuran Empat Hari (7–10 Agustus 1949) di Surakarta yang dipimpin Letkol Ignatius Slamet Riyadi.
Presiden Soekarno kemudian mengukuhkan perjuangan tersebut dengan menyatakan: “Mulai hari ini kamu-kamu para pejuang saya namakan veteran.” Pernyataan ini ditegaskan kembali pada peringatan Harvetnas tahun 1965, saat Soekarno menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional.
Mengusung tema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa”, peringatan Harvetnas 2025 menegaskan bahwa meskipun para veteran tak lagi bertempur di medan perang, mereka tetap berperan penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, menanamkan semangat juang kepada generasi muda, serta menjadi pilar moral kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua DPP LVRI dalam sambutannya juga mengingatkan pentingnya pelestarian nilai-nilai perjuangan 1945, seperti semangat cinta tanah air, pantang menyerah, setia kawan, rela berkorban, dan percaya diri. Ia juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai pengaruh negatif, termasuk informasi menyesatkan yang dapat mengganggu persatuan bangsa, serta meneguhkan kembali pemahaman dan pengamalan ideologi Pancasila.
Usai pembacaan sambutan Ketua DPP LVRI, Plh Sekda Sultra melanjutkan dengan membacakan sambutan Gubernur Sultra. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum peluncuran Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025, dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi lambang persatuan dan kesatuan bangsa. Gerakan ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran nasional, menumbuhkan semangat kebangsaan dan patriotisme, serta mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat,” ujar La Ode Fasikin membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut HUT RI ke-80 dengan semarak dan penuh semangat.
“Mari gelorakan semangat kemerdekaan di dalam jiwa kita masing-masing dan terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” pesannya.
Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih secara resmi ditandai dengan penyerahan bendera secara simbolis kepada anggota Paskibraka Sultra 2025. Penyerahan dilakukan oleh Plh Sekda Sultra didampingi oleh Forkopimda Sultra, Kepala Badan Kesbangpol, dan Ketua LVRI Sultra.
Acara ditutup dengan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta dengan lantang menyuarakan yel-yel “Dirgahayu Republik Indonesia” dan “Dirgahayu Hari Veteran Nasional” sebagai wujud cinta tanah air dan penghormatan kepada para pejuang bangsa. (red)












