BerandaPemprov

Pemprov Sultra Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pasar Tani Hortikultura

×

Pemprov Sultra Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pasar Tani Hortikultura

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemprov Sultra. (Dok. Istimewa)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemprov Sultra. (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura telah menyelenggarakan enam kali Pasar Tani Hortikultura sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA-SKPD) Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM. Rusdin Jaya, mengatakan bahwa pelaksanaan pasar tani hortikultura merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya untuk komoditas hortikultura, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

“Pasar tani ini kami laksanakan sebanyak enam kali, sesuai dengan jadwal kegiatan dalam DPA. Tujuannya untuk mendekatkan produk berkualitas langsung dari petani kepada masyarakat,” ujar Rusdin, Rabu (10/9/2025).

Adapun rincian pelaksanaan Pasar Tani Hortikultura sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut: 19–21 Maret 2025 di Eks MTQ Kendari (dalam rangka Gerakan Pangan Murah atau GPM); 23 Mei 2025 di halaman Tugu Pilar, samping Kantor Bappeda Prov. Sultra.

Kemudian, 4 Juni 2025 di halaman Tugu Pilar Bappeda; 26–27 Agustus 2025 di Eks MTQ Kendari (dalam rangka GPM); 5 September 2025 di halaman GOR Apriyani Kendari (dalam rangka GPM); 7 September 2025 di Eks MTQ Kendari (dalam rangka GPM)

Rusdin Jaya menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyediakan produk hortikultura segar dan olahan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap petani dan pelaku usaha lokal.

“Melalui pasar tani, petani bisa memasarkan produknya langsung ke konsumen tanpa melalui perantara. Keuntungan jadi lebih maksimal, dan masyarakat mendapatkan produk yang lebih segar dengan harga yang lebih baik,” terangnya.

Selain sebagai sarana distribusi produk, pasar tani juga berfungsi sebagai ajang promosi bagi berbagai komoditas unggulan hortikultura khas Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.

Dengan terselenggaranya enam kegiatan pasar tani sepanjang tahun ini, Pemprov Sultra menilai bahwa program ini efektif dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi petani lokal secara berkelanjutan. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!