MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mempersiapkan pelaksanaan program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Andi Sumangerukka-Hugua, dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama tim asistensi. Rapat yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur pada Senin (10/2) ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, H. Asrin Lio, serta seluruh perangkat daerah terkait.
Sekda Sultra, H. Asrin Lio, menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan untuk memastikan transisi pemerintahan berjalan lancar setelah pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang dijadwalkan pada 20 Februari mendatang. Dalam pertemuan tersebut, tim asistensi ASR-Hugua telah berdiskusi dengan seluruh perangkat daerah guna menyelaraskan program-program prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinan baru.
“Terdapat 15 program inti yang menjadi fokus utama dan sebagian besar telah terintegrasi dengan program yang sudah berjalan di perangkat daerah. Proses harmonisasi dilakukan agar semua program bisa dieksekusi dengan baik, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, perikanan, dan pertanian,” terang Asrun.
Ia menambahkan bahwa setiap program harus memenuhi dua prinsip utama, yakni kesiapan pelaksana kegiatan dan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku. Jika ada program yang belum memiliki regulasi pendukung, maka regulasi tersebut akan disiapkan sebelum program 100 hari berjalan sepenuhnya.
“Dalam skema yang telah disusun, beberapa program akan direalisasikan dalam jangka waktu 30, 60, dan 90 hari setelah pelantikan. Program yang telah sinkron dengan kebijakan yang saat ini berjalan di Pemprov Sultra meliputi sektor pendidikan, kesehatan, perikanan, dan pertanian,” ucapnya.
Salah satu program di sektor perikanan adalah panen udang vaname yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Muna pada bulan Maret. Program ini diusulkan untuk dimasukkan dalam agenda 100 hari kerja, mengingat benih udang telah disebar sebelumnya.
“Selain itu di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Sultra juga mensingkronkan program unggulannya, yaitu Light School Program atau sekolah mercusuar, program ini akan memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, serta pembagian seragam sekolah gratis dan sejalan dengan program 100 hari kerja gubernur dan wagub terpilih,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Asistensi ASR-Hugua, Prof. Andi Khaeruni, menegaskan bahwa program 100 hari kerja akan berfokus pada pencapaian target strategis yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Beberapa program prioritas yang akan dijalankan antara lain pengendalian inflasi agar tetap di bawah 2,1 persen dalam 30 hari pertama, mitigasi dan penanggulangan bencana, serta sertifikasi halal bagi UMK dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dalam 60 hari.
Selain itu, pemerintah akan menyediakan layanan ambulans darat dan laut gratis bagi masyarakat di daerah kepulauan dan terpencil dengan target realisasi dalam 90 hari. Program lain yang menjadi prioritas adalah asuransi kesehatan gratis bagi keluarga kurang mampu serta beasiswa untuk siswa SMA sederajat yang berprestasi maupun berasal dari keluarga kurang mampu.
“Di sektor ekonomi, Pemprov Sultra akan meluncurkan program “Mantu” (Modal Usaha untuk Ibu-ibu), yang bertujuan memberikan akses permodalan dan peningkatan kapasitas usaha bagi ibu rumah tangga. Ada juga program “Jamaah” (Jalan Mulus Antar Wilayah), yang memprioritaskan perbaikan jalan rusak di ruas Motaha-Alangga dan Ronta Lambale-Ereke,” paparnya.
Untuk ketahanan pangan, akan dilakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) serta program Agrokomplex, yang menyediakan bantuan pupuk, benih, dan alat pertanian bagi petani, petambak, dan peternak. Pemerintah juga akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai Road Map Blue Economy sebagai langkah awal mengarusutamakan ekonomi biru dalam dokumen perencanaan pembangunan.
Tak hanya itu, Pemprov Sultra akan mengadakan program sertifikasi tanah gratis bagi setiap desa dan memberikan hibah kepada organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
“Berbagai program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sultra. Dengan koordinasi yang matang serta sinergi antarperangkat daerah, diharapkan pelaksanaannya berjalan lancar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor,” pungkasnya. (**)












