MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengoptimalkan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pemasok utama berbagai komoditas pangan guna mendukung kesuksesan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bumi Anoa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan potensi pendidikan kejuruan dalam mendukung program strategis nasional sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi produktif di lingkungan sekolah.
“Pada tahun ini sudah ada empat SMK yang menjadi pemasok bahan pangan, baik dari sektor agribisnis, perikanan, maupun tata boga. Ke depan, kami menargetkan SMK mampu memasok hingga 70 persen kebutuhan pangan untuk program MBG,” ujar Aris Badara saat diwawancarai awak media, Senin (5/1/2026)
Empat SMK yang telah terlibat sebagai pemasok tersebut yakni SMK Negeri 7 Kendari, SMKS Bahrul Ulum Buton Utara, SMK Negeri 5 Baubau, dan SMK PP Negeri 5 Konawe.
Menurut Aris Badara, kesiapan SMK sebagai pemasok komoditas pangan juga didukung oleh keberadaan 25 SMK di Sultra yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status tersebut, sekolah memiliki kemandirian fiskal untuk memproduksi dan memasarkan hasil usahanya secara mandiri.
“Melalui BLUD, SMK tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBD, tetapi sudah mampu mengembangkan unit usaha sendiri. Ini juga menjadi upaya kami meminimalkan pungutan di sekolah karena sekolah sudah bisa menghasilkan pendapatan secara mandiri,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi pasokan MBG, Dikbud Sultra juga tengah membangun platform digital bertajuk “Satu Data MBG”. Platform ini berfungsi memetakan kebutuhan pangan sekolah secara presisi, sekaligus memuat data kesehatan siswa yang bersifat penting dan mendesak.
“Kami menyiapkan data yang detail agar pengelola MBG mengetahui kondisi siswa, termasuk yang memiliki fobia makanan, intoleransi, hingga alergi tertentu. Informasi ini sangat penting agar makanan yang diberikan tepat sasaran dan aman bagi anak-anak,” tambahnya.
Selain memperkuat peran SMK dalam program MBG, Dikbud Sultra juga mendorong realisasi visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra melalui program “SMK Go Global”. Saat ini, empat SMK dengan keahlian di bidang pertambangan, nautika, teknik geologi, hingga industri kreatif tengah dipersiapkan untuk menembus pasar kerja internasional dengan dukungan dana hibah dari pemerintah pusat.
“Kami terus memperbaiki kompetensi soft skill dan hard skill siswa agar lulusan SMK Sultra siap bersaing di tingkat global. Sekolah-sekolah yang siap sudah kami identifikasi dan skemanya dibangun melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis,” pungkas Aris Badara. (sal)












