MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Komitmen Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui Program Jalan Mulus Antarwilayah (Jamaah), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra berhasil menuntaskan pembangunan delapan dari sepuluh ruas jalan provinsi yang dikerjakan pada tahun 2025.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra dan tersebar di empat wilayah, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Buton Utara, dan Kolaka Timur. Dua ruas lainnya, yakni Poli-Polia hingga batas Konawe Selatan dan Simpang Tiga Bubu–Ronta, kini masih dalam tahap penyelesaian dengan progres mencapai 60–70 persen.
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan bahwa capaian ini merupakan wujud nyata dari program unggulan Gubernur ASR dan Wakil Gubernur Hugua dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi barang dan jasa di seluruh penjuru Sultra.
“Alhamdulillah, dari 10 paket pekerjaan, delapan sudah rampung 100 persen. Sementara dua lainnya masih berjalan dan ditargetkan selesai pada Desember 2025,” ujar Pahri.
Ia merinci sejumlah ruas jalan yang telah selesai dibangun, antara lain Motaha–Alangga sepanjang 1 kilometer, Katamso Baruga sekitar 3 kilometer, Madesabara 1 kilometer, Batas Konsel 5 kilometer, serta Alangga–Tinanggea sepanjang 2–3 kilometer. Kemudian, peningkatan ruas Lambale-Ereke, Ronta-Lambale dan rehabilitasi jalan Pramuka Kota Kendari.
Menurut Pahri, pihaknya tengah menyiapkan data untuk penganggaran tahap lanjutan, terutama bagi ruas dengan panjang trase yang belum sepenuhnya tertangani tahun ini.
“Kami sedang menyusun data dan segera mengusulkannya ke TAPD. Harapan kami, akhir November ini progres dua ruas yang tersisa sudah terlihat signifikan,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga hasil pembangunan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan lebih lama dan memberi manfaat maksimal.
“Yang sudah baik mari kita jaga bersama. Yang belum baik akan kami lanjutkan. Karena pada akhirnya, semua manfaat pembangunan ini kembali untuk masyarakat,” tutupnya. (Adv)












