BerandaDaerah

RPJMD 2025–2029 Sultra Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Ketahanan Pangan

×

RPJMD 2025–2029 Sultra Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bappeda Sultra, J. Robert. (FOTO: FAYSAL/MS) 
Kepala Bappeda Sultra, J. Robert. (FOTO: FAYSAL/MS) 

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua, menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebagai arah pembangunan lima tahun ke depan. RPJMD ini memuat visi besar “Terwujudnya Sulawesi Tenggara Maju yang Aman, Sejahtera, dan Religius” dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J. Robert, S.T., M.T., mengatakan bahwa RPJMD ini lahir dari kebutuhan untuk menjawab isu-isu strategis daerah: mulai dari pertumbuhan ekonomi yang belum inklusif; penurunan angka kemiskinan; ketimpangan antarkelompok dan antarwilayah; daya saing tenaga kerja yang belum optimal.

Kemudian, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan; optimalisasi pembangunan infrastruktur pelayanan dasar dan infrastruktur penunjang lainnya; optimalisasi tata kelola pemerintahan yang baik hingga mitigasi bencana menuju pembangunan berkelanjutan.

“RPJMD 2025–2029 kami arahkan untuk menekan angka kemiskinan, memperkuat SDM, dan meningkatkan daya saing daerah. Isu-isu mendasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan menjadi prioritas utama,” jelas Robert.

Dalam dokumen RPJMD, terdapat tiga misi pembangunan:

1. Mewujudkan masyarakat yang terjamin hak dan perlindungan sosialnya.

2. Menumbuhkan perekonomian melalui konektivitas dan penguatan potensi pertanian dalam arti luas, maritim, serta dunia usaha.

3. Menguatkan birokrasi yang akuntabel, inovatif, dan berintegritas yang berpegang teguh pada nilai budaya, kearifan lokal, dan religius.

Adapun program prioritas yang ditetapkan meliputi:

Bidang Pendidikan: Pengembangan sekolah unggulan, pemberian beasiswa, program perlengkapan dan seragam sekolah gratis (Penggaris), pemberian bonus atlet berpartisipasi, evaluasi fasilitas asrama mahasiswa Sultra, revitalisasi asrama dayung, serta pembangunan Sport Center di tiap kabupaten/kota.

Bidang Kesehatan: Program Sultra Health Service untuk memperkuat perlindungan asuransi kesehatan, layanan ambulans darat dan laut gratis, peningkatan pembangunan sarana sanitasi dan sistem penyediaan air minum, serta pembangunan tiga rumah sakit daerah baru.

Bidang Infrastruktur: Pembangunan jalan mulus antar wilayah (Jamaah) rehabilitasi jalan Alangga-Tinanggea, Lambale Ereke, Motaha-Alangga, Peresmian Terminal Tipe B Lacaria Kolaka Utara, rehabilitasi rumah korban bencana gempa bumi di Kabupaten Kolaka Timur, serta program pendaftaran tanah bersertifikat lengkap.

Bidang Ketahanan Pangan (Agromaritim): Program gerakan pangan murah, budidaya maggot, penanaman sejuta bibit tanaman, pasar tani, bantuan benih dan pupuk, serta pelatihan petani.

Robert menegaskan bahwa program-program ini disusun bukan hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Sultra.

“Visi kami bukan hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun manusia Sultra agar lebih sejahtera, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai religius serta kearifan lokal,” tegasnya.

Dengan RPJMD 2025–2029 ini, Pemerintah Provinsi Sultra berharap seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun komunitas lokal, dapat bergerak bersama mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!