MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Sekolah MenengahSMA Negeri (SMAN) 12 Kendari tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi salah satu sekolah unggulan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Meski baru berdiri pada 4 Juni 2021, sekolah ini terus berbenah dari sisi sumber daya manusia, akademik, hingga sarana dan prasarana guna mendukung rencana Pemerintah Provinsi Sultra.
Kepala SMAN 12 Kendari, Sudarso, mengatakan pendirian sekolah ini dilatarbelakangi tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra membuka SMAN 12 Kendari sebagai sekolah baru.
“SMAN 12 Kendari ini ditetapkan pada 4 Juni 2021. Animo masyarakat untuk masuk sekolah negeri sangat tinggi, sehingga Dinas Pendidikan membuka sekolah ini,” ujar Sudarso saat ditemui di sekolahnya, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, SMAN 12 Kendari berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektare yang sejak awal disiapkan untuk pengembangan sekolah unggulan. Lahan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Berdasarkan sertifikat yang kami pegang, lahan ini milik Pemerintah Provinsi Sultra dengan luas sekitar 4 hektare,” katanya.
Sejak beroperasi, SMAN 12 Kendari telah menamatkan dua angkatan. Alumni dari dua angkatan tersebut tercatat berhasil menembus berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar daerah.
“Alhamdulillah, dua angkatan yang sudah tamat diterima di berbagai perguruan tinggi. Ada yang di Universitas Indonesia, UGM, termasuk kedokteran di Semarang, Universitas Negeri Makassar, Unhas, UHO, serta perguruan tinggi lainnya di Jawa dan Kendari,” ungkap Sudarso.
Dari sisi kelembagaan, SMAN 12 Kendari juga mencatat capaian signifikan dengan meraih akreditasi A meski berstatus sekolah baru. Proses persiapan akreditasi dilakukan selama satu tahun tiga bulan dengan kerja intensif menjelang penilaian.
“Walaupun sekolah baru, kami mempersiapkan akreditasi selama satu tahun tiga bulan. Tiga bulan terakhir kami bekerja sangat keras dan alhamdulillah langsung terakreditasi A,” jelasnya.
Saat ini, SMAN 12 Kendari memiliki 437 siswa yang didukung oleh 37 guru dan sembilan tenaga tata usaha. Komposisi guru terdiri dari PNS, ASN PPPK penuh waktu, ASN PPPK paruh waktu, serta tiga guru honorer yang masih tersisa.
“Jumlah guru kami 37 orang. Guru honorer murni tinggal tiga orang, selebihnya sudah terangkat menjadi PPPK,” kata Sudarso.
Dalam rangka menuju sekolah unggulan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra sejak 2025 juga menjalin kerja sama dengan Sampoerna Foundation. Program tersebut meliputi pendampingan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam penyusunan program kerja, pembaruan visi dan misi, serta evaluasi proses pembelajaran.
“Kami mendapat pendampingan dari Sampoerna Foundation terkait penyusunan program kerja 2026–2027, pembaruan visi dan misi, serta evaluasi proses belajar mengajar di kelas,” ujarnya.
Pendampingan tahap awal menyasar 10 wakil kepala sekolah dan mitra wakasek, dan akan dilanjutkan ke seluruh guru. “Tahun ini insyaallah pelatihan akan berlanjut ke guru-guru SMAN 12 Kendari,” tambahnya.
Dari sisi sarana prasarana, SMAN 12 Kendari telah memiliki 16 ruang kelas, laboratorium fisika, kimia, dan biologi, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, serta ruang bimbingan konseling. Proses pembelajaran juga mulai menerapkan digitalisasi melalui penggunaan smart board.
“Dari 16 ruang kelas, 13 digunakan tahun ajaran ini. Smart board sudah terpasang di delapan rombongan belajar, sisanya berada di ruang guru dan laboratorium,” jelas Sudarso.
Selain fasilitas akademik, sekolah ini juga mendapat dukungan perlengkapan marching band dari Pemerintah Provinsi Sultra. Pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan pelatih dan menjadwalkan latihan rutin bagi siswa.
“Kami sudah dibantu marching band oleh Bapak Gubernur. Dalam waktu dekat akan mulai latihan karena sudah ada MoU dengan pelatih,” katanya.
Ke depan, pengembangan SMAN 12 Kendari mencakup rencana pembangunan asrama putra dan putri serta fasilitas olahraga. Mekanisme teknis pengembangan fisik akan disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, sementara pelaksanaan pembangunan berada di ranah Dinas PUPR.
“Intinya kami siap. Walaupun usia sekolah ini baru empat tahun lebih menuju lima tahun, kami sudah mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu sekolah unggulan di Sulawesi Tenggara,” pungkas Sudarso. (sal)












