MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kendari terus berinovasi dalam meningkatkan tata kelola pendidikan berbasis digital. Terbaru, sekolah tersebut menggagas aplikasi Simanis Mada (Sistem Manajemen Informasi Terpadu SMA Negeri 2 Kendari).
Aplikasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data dan aktivitas sekolah dalam satu sistem, sehingga dapat diakses oleh sejumlah pihak yang memiliki peran berbeda, mulai dari kepala sekolah, pengawas, guru, wali kelas, guru wali, guru Bimbingan dan Konseling (BK), orang tua, hingga siswa.
Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, mengatakan penggunaan aplikasi Simanis Mada telah berjalan selama sekitar satu minggu dan mendapat respons positif dari jajaran sekolah.
“Sudah satu minggu ini kami menggunakan sebuah aplikasi yang namanya Simanis Mada. Ini adalah singkatan dari Sistem Manajemen Informasi Terpadu SMA 2 Kendari. Di dalamnya bagaimana kita mengontrol atau memanajemen sekolah ini dengan satu aplikasi yang bisa dibuka oleh sembilan peran,” kata Nur Aida saat diwawancarai, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi kepala sekolah dalam memantau aktivitas guru secara real time, termasuk kehadiran dan waktu guru masuk ke sekolah maupun kelas.
“Sebagai kepala sekolah, saya bisa mengetahui guru itu masuk pada menit keberapa, apakah terlambat atau tepat waktu. Semuanya bisa langsung dicetak pada hari itu juga dan dibuat dalam bentuk PDF,” jelasnya.
Tidak hanya bagi pihak sekolah, Simanis Mada juga memberikan akses informasi kepada orang tua siswa. Melalui telepon seluler, orang tua dapat mengetahui kehadiran anaknya di sekolah, termasuk waktu kedatangan dan lokasi berdasarkan titik koordinat yang tercatat dalam sistem.
“Sebagai orang tua siswa, mereka cukup melalui HP atau gadget membuka link yang kita kirimkan. Mereka bisa mengetahui anaknya masuk sekolah pada menit keberapa dan berada di mana karena ada titik koordinatnya,” ujarnya.
Sementara bagi wali kelas, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk memantau kehadiran dan aktivitas belajar siswa yang menjadi tanggung jawabnya.
Nur Aida menambahkan, aplikasi Simanis Mada juga dilengkapi dengan jurnal harian guru. Seluruh aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu sekolah meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan.
“Semua guru sudah teredukasi. Hari ini mungkin terakhir, tinggal satu kali lagi pertemuan untuk betul-betul finishing. Di dalamnya ada juga jurnal harian guru. Jadi ini sangat kompleks,” katanya.
Ia berharap penerapan sistem digital tersebut dapat mengurangi penggunaan kertas sekaligus menghemat waktu dalam pengelolaan sekolah.
“Harapannya, dengan aplikasi ini SMAN 2 Kendari bisa efisiensi dalam penggunaan kertas karena berbasis digital. Waktu juga lebih efisien. Kepala sekolah tidak perlu lagi keliling-keliling dan hadir di setiap tempat,” ungkapnya.
Dengan jumlah rombongan belajar (rombel) yang mencapai 36, kata Nur Aida, pemantauan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Melalui sistem tersebut, kondisi sekolah dapat dipantau secara langsung.
“Kalau saat ini real time, kita bisa tahu pada saat itu juga apakah guru di kelas ini mengajar atau tidak. Kemudian jurnalnya juga bisa langsung diterbitkan,” tambahnya.
Satukan Data dalam Satu Sistem
Pengembang aplikasi Simanis Mada SMAN 2 Kendari, Baharudin, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan untuk menyatukan berbagai sumber data sekolah dalam satu sistem terpadu.
“Aplikasi ini sebenarnya menyatukan sumber data dalam satu sistem. Jadi merupakan portal sentral yang digunakan oleh murid, orang tua murid, wali kelas, guru wali, kepala sekolah, guru BK, dan guru mata pelajaran,” ujar Baharudin.
Menurutnya, sistem tersebut dibuat untuk menjamin integritas data dari berbagai pengguna. Salah satu penerapannya adalah sistem notifikasi ketika terdapat persoalan yang berkaitan dengan siswa.
“Ketika ada pelanggaran murid dilaporkan di sistem, otomatis guru BK yang menjadi pembina murid bersangkutan langsung mendapatkan notifikasi,” jelasnya.
Baharudin mengatakan, sistem tersebut juga memiliki fitur early warning atau penanda peringatan dini untuk memastikan persoalan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
“Ini menjadi alat untuk memastikan bahwa persoalan segera ditindaklanjuti. Ada notifikasi khusus, semacam early warning atau penanda bahwa ini penting untuk menjadi perhatian guru,” katanya.
Menurutnya, sistem digital tersebut juga dapat mengurangi potensi bias data yang dapat terjadi apabila pengelolaan informasi dilakukan secara manual dan terpisah.
“Karena menggunakan satu sumber data, pola integrasi ini membantu satuan pendidikan dalam merencanakan dan menyelenggarakan program sekolah yang benar-benar berbasis data real,” ujarnya.
Bahan data yang tersedia dalam sistem tersebut mencakup kondisi siswa, perkembangan belajar, prestasi, hingga catatan pelanggaran. Seluruh informasi tersebut terintegrasi dalam satu portal.
Baharudin menyebutkan, Simanis Mada memiliki sekitar sembilan dashboard yang disesuaikan dengan peran masing-masing pengguna, di antaranya dashboard orang tua, siswa, wali kelas, guru wali, guru BK, wakil kepala sekolah, kepala sekolah, hingga alumni.
“Semua ini benar-benar menjembatani data yang sifatnya parsial. Tujuannya membantu manajemen sekolah agar bisa berjalan lebih mulus, alurnya lebih cepat, serta ada integritas antara satu data dengan data yang lain,” pungkasnya. (sal)












