Daerah

SPMB Sultra Berjalan Lancar, Pendaftar SMA-SMK Capai 15.343 Orang di Hari Kedua

×

SPMB Sultra Berjalan Lancar, Pendaftar SMA-SMK Capai 15.343 Orang di Hari Kedua

Sebarkan artikel ini
Muh Ilyas. (Foto: Mediatamasultra.com)
Muh Ilyas. (Foto: Mediatamasultra.com)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara mencatat jumlah pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK mencapai 15.343 orang pada hari kedua pelaksanaan pendaftaran, Selasa (23/6/2026).

Pendaftaran SPMB tingkat SMA dan SMK di Sultra dibuka selama 10 hari, terhitung sejak 22 Juni hingga 1 Juli 2026.

Koordinator Seksi Kurikulum SMA Dikbud Sultra, Muh Ilyas, mengungkapkan bahwa dari total pendaftar tersebut, sebanyak 11.861 calon peserta didik mendaftar pada jenjang SMA, sedangkan 3.482 lainnya memilih jenjang SMK.

Untuk pelaksanaan SPMB tahun ini, Dikbud Sultra menyiapkan daya tampung sebanyak 64.838 kursi yang tersebar di 400 sekolah SMA dan SMK se-Sulawesi Tenggara.

Rinciannya, sebanyak 42.514 kursi tersedia di 275 SMA, sedangkan 22.324 kursi disiapkan untuk 125 SMK.

“Secara umum, pelaksanaan pendaftaran berjalan lancar. Hanya sebagian kecil yang mengalami kendala jaringan internet sehingga proses pendaftarannya dibantu oleh operator sekolah,” ujar Ilyas saat ditemui di Kantor Dikbud Sultra.

Meski demikian, Ilyas menyebut kendala yang paling banyak dihadapi calon peserta didik bukanlah persoalan jaringan internet, melainkan lupa email dan kata sandi akun pendaftaran.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, calon siswa yang telah menentukan sekolah tujuan dapat melakukan reset email maupun password secara langsung di sekolah yang dipilih.

Sementara itu, bagi calon peserta didik yang belum menentukan sekolah tujuan, proses reset akun dapat dilakukan di Kantor Dikbud Sultra yang berlokasi di Jalan Abunawas, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Selain itu, untuk daerah yang masih mengalami keterbatasan akses internet atau blank spot, Dikbud Sultra menerapkan skema pendaftaran secara hybrid hingga offline penuh.

Beberapa wilayah yang menerapkan skema tersebut di antaranya Desa Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, serta Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

“Bagi wilayah blank spot, Dikbud Sultra menerapkan skema pendaftaran hybrid hingga offline penuh agar seluruh calon peserta didik tetap dapat mengikuti proses SPMB,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!