MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menargetkan pembangunan satu unit Sekolah Unggulan Garuda Baru di wilayah Bumi Anoa. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara.
Prof. Aris Badara mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Unggulan Garuda Baru merupakan bagian dari program unggulan nasional di bidang pendidikan. Sultra, kata dia, ikut berkompetisi untuk bisa memperoleh satu unit sekolah tersebut.
“Ini sekolah unggulan garuda baru bagian dari program nasional. Kami di Sulawesi Tenggara juga berusaha agar bisa mendapatkan satu unit sekolah unggulan garuda baru. Proposalnya sudah kami susun dan lengkap, saat ini masih dalam proses verifikasi dokumen,” ujarnya kepada media saat ditemui di kantor Gubernur Sultra, Selasa (3/6) sore.
Prof. Aris juga telah melakukan presentasi di hadapan Direktur Talenta Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemenristek Dikti) untuk meyakinkan pemerintah pusat terkait kesiapan dan komitmen daerah. Ia menegaskan bahwa Pemprov Sultra sangat berkomitmen terhadap pembangunan sekolah tersebut, termasuk menyiapkan lahan dan dukungan teknis lainnya.
“Bapak Gubernur punya harapan besar kita mendapatkan satu yunit sekolah unggulan garuda baru. Ada tiga lokasi yang diusulkan sebagai kandidat pembangunan sekolah tersebut, untuk dilakukan verifikasi lapangan,” katanya.
“Lahan pertama di Desa Pudahoa, Kabupaten Konawe Selatan, dengan luas lahan 314,38 hektare dan bersertifikat. Lokasi kedua, juga berada di wilayah Kabupaten Konawe Selatan dan lokasi ketiga, berada di Kabupaten Konawe,” tambah Prof Aris.
Ketiga lokasi ini akan diverifikasi secara langsung oleh tim pusat, termasuk oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, untuk menentukan lokasi terbaik yang memenuhi seluruh syarat teknis dan administratif.
Prof. Aris menambahkan bahwa kurikulum sekolah ini akan dirancang secara khusus untuk menyiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di luar negeri yang berstandar internasional.
“Sampai saat ini tidak ada kendala berarti, kami hanya memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses verifikasi dokumen dan lapangan berjalan lancar. Jika lolos, pembangunan bisa dimulai tahun depan,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dukungan dari DPRD Provinsi Sultra telah diperoleh dalam bentuk surat persetujuan, yang merupakan salah satu dokumen persyaratan penting dalam pengajuan proposal.
“Tahun ini ada empat sekolah Garuda Baru yang sudah mulai dibangun dan Bangka Belitung sudah jalan dan sudah mulai dibangun. Tahun ini kita berharap Sultra mendapat satu yunit,” pungkasnya. (**)












