;
Daerah  

The Power of Silaturahim, Dr. Aqua Dwipayana: Rawat Hubungan, Bangun Kepercayaan

Dr. Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, saat memberikan materi bertajuk “The Power of Silaturahim” dalam kegiatan Capacity Building Media (CBM) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara di Desa Wisata Pentingsari, Dusun Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)
Dr. Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, saat memberikan materi bertajuk “The Power of Silaturahim” dalam kegiatan Capacity Building Media (CBM) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara di Desa Wisata Pentingsari, Dusun Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026). (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Ada hal-hal dalam kehidupan yang tidak selalu bisa diukur dengan angka. Salah satunya adalah silaturahim.

Silaturahim bukan sekadar pertemuan atau menjaga hubungan sosial. Lebih dari itu, silaturahim menjadi salah satu kekuatan dalam membangun komunikasi, menumbuhkan kepercayaan, membuka peluang kerja sama, sekaligus menjadi bekal seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, saat memberikan materi bertajuk “The Power of Silaturahim” dalam kegiatan Capacity Building Media (CBM) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Wisata Pentingsari, Dusun Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026).

CBM BI Sultra dilaksanakan selama tiga hari, mulai 23 hingga 26 Agustus 2026, dan diikuti 28 jurnalis dari Kota Kendari yang berasal dari berbagai platform media, baik media cetak, televisi maupun media online.

Dalam materinya, Dr. Aqua menekankan bahwa hubungan yang baik dengan orang lain membutuhkan fondasi berupa kepercayaan. Kepercayaan, menurutnya, tidak lahir hanya dari satu kali pertemuan, melainkan dibangun melalui proses panjang, komunikasi yang baik, konsistensi dan komitmen.

“Bersyukurlah karena telah dipertemukan dengan orang-orang terbaik,” pesan Dr. Aqua kepada para jurnalis.

Ia mengajak para peserta untuk memandang setiap pertemuan sebagai bagian dari perjalanan kehidupan. Menurutnya, tidak ada orang yang hadir tanpa alasan. Hubungan yang dirawat dengan baik dapat menghadirkan berbagai kebaikan, bahkan pada saat seseorang sedang menghadapi kesulitan.

Dr. Aqua juga membagikan pengalamannya dalam membangun relasi selama perjalanan kariernya. Ia mengaku lebih memilih menjaga hubungan dengan teman daripada mengejar materi semata.

“Kalau ada pilihan teman sama uang, saya pilih bukan uang. Uang bisa habis, tetapi dari teman bisa mendapatkan uang,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip tersebut bukan berarti mengabaikan materi, melainkan menempatkan hubungan antarmanusia sebagai sesuatu yang memiliki nilai jauh lebih panjang.

Ia pun mengingatkan agar setiap pekerjaan dilakukan dengan niat yang baik dan sepenuh hati. Bagi seorang jurnalis, pekerjaan tidak hanya sekadar mengejar berita, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Bagaimana kita meniatkan kerja itu ibadah. Teman-teman berlomba-lomba dalam kebaikan, tulis dan liput yang terbaik. Niatnya bukan karena manusia, tetapi karena Allah,” tuturnya.

Dr. Aqua menilai, ketika pekerjaan dilakukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan manusia, seseorang akan mudah kecewa ketika apresiasi yang diharapkan tidak datang.

Sebaliknya, ketika pekerjaan diniatkan sebagai ibadah dan dilakukan secara maksimal, hasil akhirnya dapat diterima dengan lebih lapang.

“Kalau sudah karena Allah, itu mekanisme yang menyenangkan. Tapi kalau karena manusia, kita kecewa,” katanya.

Jangan Lupakan Orang yang Pernah Berjasa

Salah satu pesan kuat yang disampaikan Dr. Aqua adalah pentingnya tidak melupakan orang-orang yang pernah membantu dan memberikan kontribusi dalam perjalanan hidup.

Ia kemudian menceritakan pengalaman ketika masih berada dalam perjalanan membangun karier sebagai wartawan. Ada orang-orang yang memberikan dukungan kepadanya ketika kondisi ekonominya belum mapan.

Salah satunya adalah seorang tokoh yang mendorongnya untuk mengambil rumah meski ketika itu dirinya mengaku belum memiliki cukup uang.

Dukungan tersebut menjadi bukti baginya bahwa hubungan yang dibangun dengan baik dapat melahirkan kepercayaan dan pertolongan yang tidak pernah disangka sebelumnya.

“Jangan pernah melupakan orang yang pernah bekerja dengan kita, sekecil apa pun. Jangan pernah melupakan orang yang sudah berjasa,” tegasnya.

Menurut Dr. Aqua, orang yang pernah memberikan kontribusi dalam perjalanan hidup layak dihargai dan dimuliakan. Ia mencontohkan bagaimana dirinya tetap menjaga hubungan dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Ia juga menceritakan bagaimana dirinya memberikan perhatian khusus kepada salah satu dosen yang dianggap berjasa dalam perjalanan akademik dan profesionalnya.

“Saya bisa seperti ini karena beliau. Makanya ketika anak saya menikah, saya kirim undangan khusus, saya telepon, saya minta hadir, dan saya siapkan tiket serta penjemputan semuanya. Saya muliakan dia,” ungkapnya.

Bagi Dr. Aqua, keberhasilan seseorang tidak pernah berdiri sendiri. Di balik pencapaian seseorang selalu ada orang lain yang pernah memberikan dukungan, kesempatan, nasihat maupun kepercayaan.

Karena itu, ia mengingatkan agar seseorang tidak berubah menjadi pribadi yang melupakan masa lalu ketika telah mencapai kesuksesan.

“Jangan seperti kacang lupa kulitnya,” pesannya.

Bekerja dengan Sepenuh Hati

Selain berbicara tentang silaturahim, Dr. Aqua juga mengajak para jurnalis untuk bekerja dengan totalitas.

Ia membagikan pengalaman ketika dirinya masih menjadi wartawan di Jawa Pos. Pada masa itu, ia mengaku harus menangani berbagai jenis liputan, mulai dari ekonomi, hiburan hingga olahraga.

Kondisi tersebut membuat dirinya harus bekerja keras dan terus belajar. Namun, pengalaman itu justru menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan dan perjalanan kariernya.

“Bagaimana kita bekerja dengan sepenuh hati. Kalau sepenuh hati itu totalitas,” katanya.

Menurutnya, seorang pekerja, termasuk jurnalis, tidak boleh mudah menyerah hanya karena menghadapi keterbatasan. Justru dari keterbatasan tersebut seseorang dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kemampuan.

Dr. Aqua juga membagikan perjalanan kariernya sejak usia muda. Ia pernah berpindah pekerjaan beberapa kali dengan satu prinsip, yakni setiap langkah berikutnya harus memberikan pengalaman dan kesempatan yang lebih baik.

Ia menilai, keberanian mengambil peluang, menjaga hubungan serta membangun kepercayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.

“Kalau bisa karena Allah semuanya, bukan karena saya,” ujarnya.

Di hadapan para jurnalis Kendari, Dr. Aqua juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan CBM BI Sultra. Menurutnya, kegiatan seperti itu penting karena tidak hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan antarsesama insan pers dan lembaga.

Ia berharap silaturahim yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti ketika acara berakhir.

Sebab, pada akhirnya, kekuatan silaturahim bukan hanya tentang seberapa banyak orang yang dikenal, tetapi seberapa baik hubungan itu dirawat.

Dari hubungan yang dirawat lahir kepercayaan. Dari kepercayaan tumbuh kerja sama. Dan dari kerja sama yang dibangun dengan ketulusan, dapat lahir berbagai kebaikan yang manfaatnya jauh melampaui kepentingan pribadi.

The Power of Silaturahim pun menjadi pengingat bahwa dalam perjalanan hidup dan profesi, manusia tidak pernah berjalan sendirian. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;