BerandaDaerah

Wagub Hugua Konsolidasikan Hasil Pertanian dan Perikanan Asal Sultra untuk Tingkatkan Kinerja Ekspor

×

Wagub Hugua Konsolidasikan Hasil Pertanian dan Perikanan Asal Sultra untuk Tingkatkan Kinerja Ekspor

Sebarkan artikel ini
Wagub Sultra, Hugua. (FOTO: FAYSAL/MS)
Wagub Sultra, Hugua. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menegaskan komitmennya untuk mulai melakukan konsolidasi terhadap hasil pertanian dan perikanan langsung dari daerah asal, yakni Sulawesi Tenggara. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi Sultra terhadap kinerja ekonomi nasional, khususnya dalam sektor ekspor.

Menurut Hugua, selama ini banyak komoditas unggulan Sultra seperti kelapa dan hasil perikanan tidak tercatat sebagai produk asal Sultra karena proses konsolidasi dan pencatatan ekspor dilakukan di daerah lain seperti Surabaya, Makassar, atau Jakarta.

“Contoh kelapa kita, apa kurangnya? Tapi karena tidak ada konsolidasi, petani kirim ke pengepul, lalu barang dikumpulkan di Surabaya dan baru didaftarkan sebagai ekspor dari sana. Akibatnya, nama Sultra tidak tercatat sama sekali dalam dokumen ekspor,” ujarnya saat diwawancarai Mediatamasultra.com, usai membuka kegiatan IDSD yang diselenggarakan oleh Brida Sultra, bertempat di Swiss-Belhotel Kendari, Selasa (8/7).

Hugua menyebut, salah satu upaya yang sudah mulai dilakukan adalah konsolidasi ikan yang baru-baru ini berhasil diekspor sebanyak 98 ton. Proses ini dilakukan dengan mengumpulkan hasil tangkapan dari berbagai wilayah seperti Buton Utara dan Kolaka ke cold storage milik pemerintah provinsi.

“Kita ingin pemberitahuan ekspor barang (PEB) tercatat dari Sulawesi Tenggara, bukan dari daerah lain. Kalau tercatat di sini, maka di mata Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, Sultra akan dinilai berkontribusi pada ekonomi nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub juga menyampaikan bahwa dengan adanya pencatatan ekspor di Sultra, maka alokasi dana transfer dari pusat ke daerah dapat meningkat karena indikator kinerja ekonomi ikut naik. Hal ini, menurutnya, akan berdampak langsung terhadap peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya fasilitas pendukung seperti cold storage yang saat ini masih terbatas. Ia mencontohkan kemampuan penyimpanan ikan di Sultra khususnya di TPI Baubau hanya mencapai 300 balok per hari, sementara produksi mencapai 3.000 balok. Kondisi ini menyebabkan petani dan nelayan terpaksa menyimpan produk secara mandiri, yang berisiko merusak kualitas hasil.

“Cold storage ini sangat strategis, selain menjadi sumber PAD, juga sangat penting untuk mendorong kinerja ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Hugua menutup dengan menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung dan mengkonsolidasikan seluruh rantai produksi dan ekspor di Sultra agar komoditas unggulan daerah benar-benar tercatat dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah. (FA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!