;

8 Ruas Jalan Provinsi Rampung, Program Jamaah Gubernur ASR Wujudkan Konektivitas Antarwilayah

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, saat meninjau progres pengerjaan ruas Jalan Motaha-Alangga Konsel yang program unggulan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dan Wakil Gubernur Hugua, yang dikenal dengan nama Program Jamaah.
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, saat meninjau progres pengerjaan ruas Jalan Motaha-Alangga Konsel yang merupakan program unggulan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dan Wakil Gubernur Hugua, yang dikenal dengan nama Program Jamaah.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga terus menunjukkan capaian positif dalam pembangunan infrastruktur jalan. Dari 10 ruas jalan provinsi yang dikerjakan pada tahun 2025 dan tersebar di Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Buton Utara, serta Kolaka Timur, sebanyak delapan ruas telah rampung 100 persen.

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari Program Jamaah (Jalan Mulus Antarwilayah), salah satu program unggulan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua. Program ini menjadi prioritas utama pemerintah provinsi dalam membuka konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar arus distribusi barang dan jasa, terutama di daerah dengan tingkat kerusakan jalan yang tinggi.

“Alhamdulillah, ruas jalan batas Kendari–Konawe Selatan sudah selesai. Dari 10 ruas yang dikerjakan tahun ini, delapan sudah rampung. Tinggal dua lagi dalam tahap penyelesaian, yakni ruas Poli-Polia hingga batas Konawe Selatan dan simpang tiga Bubu–Ronta, sementara yang lain tinggal pemasangan marka,” ujar Pahri di Kendari, Selasa (7/10/2025).

Pahri juga mengingatkan masyarakat agar turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

“Jalan ini milik bersama, untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi mari kita rawat dengan baik. Tonase maksimal jalan kita hanya 8 ton. Kalau ada kendaraan yang melebihi, mari kita sama-sama tegur, karena membangun jalan itu biayanya mahal,” tegasnya.

Menurutnya, rampungnya delapan ruas jalan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Gubernur Andi Sumangerukka menepati janji kepada masyarakat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sultra.

“Alhamdulillah, semua tugas yang diperintahkan oleh Bapak Gubernur sudah terlaksana. Janji beliau kepada masyarakat sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pahri menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Dinas SDA dan Bina Marga menargetkan pembangunan jalan provinsi sepanjang 61 kilometer, bergantung pada kondisi fiskal daerah.

“Target kami 61 kilometer, insyaallah bisa selesai dalam satu tahun karena seluruh desain sudah siap. Kalau pelaksanaannya dimulai awal tahun, enam sampai tujuh bulan bisa rampung,” tuturnya.

Ia menambahkan, sesuai arahan Gubernur Andi Sumangerukka, pembangunan jalan ke depan tidak lagi dilakukan secara parsial, tetapi dengan skala panjang agar hasilnya lebih optimal.

“Pesan Bapak Gubernur, jangan lagi mengerjakan jalan hanya satu kilometer per segmen. Langsung sepuluh kilometer agar hasilnya terlihat dan manfaatnya lebih dirasakan masyarakat luas,” pungkas Pahri. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;