MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio, secara resmi membuka pemusatan pendidikan latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sultra tahun 2025 di Hotel Zahra Syariah Kendari, Rabu (30/7).
Asrun Lio mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemusatan pendidikan dan pelatihan bagi Paskibraka tingkat provinsi.
“Kami harapkan melalui pembinaan yang dilaksanakan selama kurang lebih sepuluh hari ini, karakter para peserta dapat terbentuk sehingga siap melaksanakan tugas pengibaran Sang Saka Merah Putih pada upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025,” ujarnya.
Sekda juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan akurasi gerakan dalam pelaksanaan tugas pengibaran bendera.
“Kami berharap para pelatih tidak hanya menanamkan kedisiplinan, tetapi juga menambah wawasan peserta dalam menjalankan tugas yang tidak mudah ini. Semoga peserta melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Andrian, menjelaskan bahwa pemusatan latihan ini merupakan persiapan untuk pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke-80 tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kami mempersiapkan peserta baik secara fisik maupun mental dengan beragam pelatihan dari para pelatih,” ujarnya.
Andrian menjelaskan bahwa latihan berlangsung selama lebih dari 22 hari, mulai 29 Juli hingga 20 Agustus 2025, dengan kegiatan di asrama, Hotel Zahra Syariah, dan kantor gubernur untuk latihan pengibaran bendera.
“Kesehatan dan konsumsi peserta sangat diperhatikan karena tugas ini cukup berat dan membutuhkan waktu persiapan yang panjang. Pendampingan dilakukan selama 24 jam dengan pengawasan ketat agar peserta dapat fokus menjalankan tugas,” tambahnya.
Mengenai materi pelatihan, Andrian mengatakan materi yang diberikan lebih banyak berkaitan dengan wawasan kebangsaan, ideologi, jiwa nasionalisme, dan patriotisme. Hal ini penting untuk membangun karakter bela negara, terutama mengingat semangat bela negara di kalangan generasi muda saat ini mulai menurun.
“Kami rutin membangkitkan semangat nasionalisme peserta melalui berbagai kegiatan sehari-hari, mulai dari menyanyikan lagu kebangsaan hingga penanaman jiwa cinta tanah air,” jelasnya.
Jumlah peserta yang mengikuti latihan sebanyak 43 orang, terdiri dari 27 putra dan 16 putri. Mereka terbagi dalam dua sesi latihan, pagi dan sore, yang juga meliputi latihan penaikan dan penurunan bendera. (sal)












