MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Program Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis (Penggaris), inisiasi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, resmi mulai didistribusikan ke 17 kabupaten/kota di Sultra.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan penyaluran kali ini merupakan tahap pertama dari dua tahap pelaksanaan program Penggaris.
“Bantuan seragam hari ini adalah tahap pertama. Armada sudah bergerak membawa 17.500 set pakaian abu-abu dan pakaian olahraga ke lokasi. Selain itu, sejumlah perlengkapan pembelajaran seperti komputer, smartboard, dan alat penunjang lainnya juga sudah sampai di beberapa sekolah,” jelas Aris, Selasa (1/10/2025).
Ia menambahkan, tahap kedua program akan difokuskan pada dukungan bagi SMK dan SLB, termasuk penyediaan sarana pembelajaran untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Program ini juga mencakup pembangunan serta rehabilitasi sekolah, baik melalui APBD maupun program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar Menengah.
Menurut Aris, bantuan seragam diprioritaskan untuk siswa dari keluarga kurang mampu berdasarkan hasil verifikasi berjenjang, mulai dari sekolah, KCD, hingga tim teknis Dinas Pendidikan.
“Tidak semua siswa mendapat seragam, karena ada yang orang tuanya berkecukupan. Tetapi kita pastikan anak-anak yang membutuhkan pasti akan dapat. Total 573 sekolah menerima, namun jumlah siswanya terbatas sesuai data verifikasi,” terangnya.
Ia berharap alokasi anggaran ke depan dapat ditingkatkan agar cakupan bantuan semakin luas.
“Memang belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan siswa karena anggaran terbatas. Tapi secara bertahap akan dipenuhi. Bahkan Gubernur juga menyalurkan bantuan pribadi untuk melengkapi seragam anak-anak yang masih membutuhkan,” pungkasnya. (sal)












