MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), meninjau langsung progres pembangunan 100 lapak kuliner bagi pelaku UMKM di kawasan Eks MTQ Kendari, Jumat (21/11/2025). Hingga saat ini, pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 60 persen.
Program pembangunan kawasan UMKM ini menjadi salah satu prioritas Gubernur Andi Sumangerukka sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan dan penyediaan ruang usaha yang lebih layak bagi masyarakat.
Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan bahwa pendataan penerima lapak sudah selesai dan dipastikan sebanyak 100 pelaku UMKM akan menempati area tersebut.
“Jadi sudah ada daftarnya, jumlahnya 100 orang,” ujar Gubernur saat diwawancarai mediatamasultra.com usai melakukan peninjauan.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, menjelaskan bahwa seluruh titik dudukan lapak telah terpasang lengkap, masing-masing 50 unit di sisi kiri dan 50 unit di sisi kanan. Atap bangunan disebut hampir rampung seluruhnya.
“Untuk lapak kuliner bagi pelaku UMKM mulai bisa digunakan akhir Desember 2025. Tadi saya sudah janji ke Pak Gubernur, minggu keempat sudah bisa kita launching. Progres sekarang sudah 60-an persen,” jelasnya.
Pembangunan fasilitas UMKM ini menghabiskan anggaran sekitar Rp1,1 miliar yang bersumber dari APBD-P Sultra 2025. Selain menuntaskan fisik bangunan, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi operasional, termasuk manajemen sampah, air, dan listrik agar kawasan dapat berjalan tertib dan nyaman.
“Kita rapikan seluruh prosedurnya terlebih dahulu sebelum ditempati,” tambahnya.
Selain membangun lapak kuliner, Pemprov Sultra juga akan memperbaiki pagar dan meningkatkan pengamanan kawasan Eks MTQ setelah sebelumnya ditemukan beberapa bagian pagar hilang akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
“Kami akan menutup kembali pagar yang rusak dan membangun posko keamanan permanen,” ujar Efendi.
Pemprov Sultra berharap keberadaan lapak UMKM ini mampu menciptakan pusat ekonomi baru di jantung Kota Kendari sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan hadirnya fasilitas baru ini, kawasan Eks MTQ diharapkan berkembang menjadi ikon baru ekonomi kreatif dan kuliner di Sulawesi Tenggara. (sal)












