MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menetapkan 10 bakal calon rektor yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO periode 2026–2030.
Keputusan tersebut diumumkan dalam Rapat Senat tentang Hasil Penjaringan Bakal Calon Rektor yang digelar di Sekretariat Panitia Pilrek UHO, Kamis (18/6/2026).
Ketua Senat UHO, Prof. Jamili, menjelaskan bahwa dari total 11 bakal calon yang mendaftar, satu orang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi setelah melalui proses verifikasi yang dilakukan panitia sejak 7 hingga 17 Juni 2026.
“Dari seluruh berkas yang diserahkan para bakal calon, ada satu bakal calon yang setelah diverifikasi tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan Senat, yaitu Prof. Azhar Bafadal. Persyaratan yang belum terpenuhi adalah pengalaman manajerial,” ujar Prof. Jamili.
Dengan demikian, sebanyak 10 bakal calon dinyatakan lolos penjaringan dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya, sementara satu bakal calon dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Prof. Jamili mengatakan, panitia akan segera menggelar rapat teknis guna mempersiapkan tahapan penyaringan berikutnya. Sesuai jadwal, pada 29 Juni 2026 seluruh bakal calon akan memaparkan visi, misi, dan program kerja di hadapan Senat UHO.
“Panitia akan mempersiapkan semuanya secara sistematis agar pelaksanaan penyampaian visi, misi, dan program kerja berjalan lancar. Kemudian pada 30 Juni akan dilaksanakan rapat senat tertutup untuk menentukan tiga besar calon rektor,” jelasnya.
Ia optimistis proses penyampaian visi dan misi yang diikuti 10 bakal calon dapat diselesaikan dalam satu hari. Meski demikian, alokasi waktu pelaksanaan masih akan dibahas bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang juga akan diundang menghadiri agenda tersebut.
“Insya Allah satu hari selesai, karena jadwal berikutnya sudah ada rapat senat tertutup untuk memilih tiga besar calon rektor,” katanya.
Prof. Jamili juga mengimbau seluruh bakal calon agar menjaga kondusivitas akademik selama proses Pilrek berlangsung. Para kandidat diminta melakukan sosialisasi kepada sivitas akademika secara santun serta tetap mengedepankan etika akademik.
Selain itu, panitia berencana meminta seluruh bakal calon membacakan ikrar integritas sebelum penyampaian visi dan misi.
“Intinya siap kalah, siap menang, serta menghindari segala bentuk gratifikasi dan pelanggaran integritas akademik yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu bakal calon rektor, Dr. Herman, tidak hadir dalam rapat penetapan karena masih menjalankan ibadah haji. Namun, menurut Prof. Jamili, ketidakhadiran tersebut telah disampaikan sebelumnya dan tidak memengaruhi tahapan Pilrek yang telah ditetapkan.
Adapun 10 bakal calon rektor UHO yang dinyatakan lolos penjaringan yakni Prof. Baru Sadarun, Prof. Edy Karno, Dr. Herman, Prof. Dr. Ida Usman, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, Prof. Ma’ruf Kasim, Dr. Muliddin, Prof. Ruslin, Prof. Takdir Saili, dan Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si.
Selanjutnya, para bakal calon akan mengikuti tahapan penyampaian visi, misi, dan program kerja sebelum Senat UHO menentukan tiga nama yang akan melaju ke tahap pemilihan rektor periode 2026–2030. (red)












