MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melaksanakan penelitian tahap II di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Dachara Polda Sultra tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H.
Kapolda Sultra didampingi Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K. Kegiatan tersebut turut dihadiri para pejabat utama Polda Sultra, peserta penelitian, serta personel Polda Sultra.
Tim peneliti Sespim Lemdiklat Polri dipimpin Ketua Tim Kombes Pol. Leonardus Eric Bhismo, S.I.K., S.H., M.H., bersama Wakil Ketua Tim Kombes Pol. Frans Sentoe, S.I.K., serta sejumlah konsultan, sekretaris, dan anggota tim penelitian.
Penelitian tersebut mengangkat tema “Pengembangan Kepemimpinan Polri yang Futuristis dalam Penegakan Hukum yang Modern dan Berkeadilan.”
Tema ini dinilai relevan dengan kebutuhan Polri dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta semakin kompleksnya tantangan keamanan dan penegakan hukum.
Dalam sambutannya, Kapolda Sultra mengapresiasi Sespim Lemdiklat Polri yang telah menjadikan Polda Sultra sebagai salah satu objek penelitian.
Menurutnya, kepemimpinan Polri saat ini tidak dapat lagi hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Setiap pemimpin dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memahami perubahan lingkungan strategis yang berlangsung begitu cepat.
Kapolda menekankan, kemampuan beradaptasi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan peradaban manusia yang berkaitan erat dengan tiga aspek utama, yakni hukum, bahasa, dan teknologi.
Ketiga aspek tersebut, kata dia, harus berjalan seiring untuk mendukung proses penegakan hukum yang modern, berbasis digital, serta mampu menjawab tantangan di masa depan.
“Saat ini kepekaan terhadap dinamika kamtibmas serta kemampuan menganalisis setiap potensi gangguan keamanan menjadi salah satu kunci utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Di era yang serba cepat, ancaman sering kali muncul melalui fenomena-fenomena kecil yang hanya dapat diidentifikasi melalui kemampuan deteksi dan analisis yang tajam,” ungkap Irjen Himawan.
Ia mengatakan, kemampuan analisis menjadi salah satu tantangan penting dalam institusi kepolisian. Setiap kebijakan dan tindakan harus didasarkan pada data yang akurat serta hasil analisis yang tepat.
Data tersebut menjadi fondasi bagi pimpinan dalam menentukan langkah strategis. Sebab, dalam pelaksanaan tugas kepolisian, pengambilan keputusan tidak boleh hanya didasarkan pada perkiraan semata.
“Melalui penelitian ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi yang dapat memperkuat kepemimpinan Polri yang lebih adaptif, profesional, serta mampu mewujudkan penegakan hukum yang modern dan berkeadilan,” ujarnya.
Polda Sultra Perkuat Pengamanan Berbasis Data dan Teknologi
Sejalan dengan konsep kepemimpinan Polri yang futuristis, Polda Sultra terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas keamanan melalui berbagai kegiatan pengamanan, baik terhadap aktivitas masyarakat, objek vital, maupun kegiatan pemerintahan.
Penggelaran personel tidak hanya diarahkan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memastikan program pembangunan daerah dan nasional berjalan lancar.
Polda Sultra juga menerjemahkan hasil analisis ke dalam berbagai langkah operasional. Di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penguatan patroli dilakukan dengan memanfaatkan laporan pengaduan masyarakat serta informasi dari media sosial.
Sementara di bidang penegakan hukum, Polda Sultra menerapkan kebijakan pinjam pakai barang bukti kendaraan bermotor sebagai bentuk kepedulian agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas selama proses hukum berlangsung.
Di bidang pelayanan publik, Polda Sultra juga menghadirkan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga ke wilayah terluar dan kepulauan.
Tidak hanya itu, Polda Sultra tengah menyusun rencana pengembangan Command Center yang akan terintegrasi dengan jaringan CCTV di berbagai titik strategis melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kami juga tengah menyusun rencana pengembangan Command Center yang terintegrasi dengan jaringan CCTV di berbagai titik strategis bekerja sama dengan pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengawasan berbasis teknologi secara real-time,” jelasnya.
Irjen Himawan berharap forum penelitian tersebut dapat menghasilkan berbagai gagasan dan rekomendasi baru yang mampu menjawab tantangan kepemimpinan Polri di masa depan.
Selain itu, hasil penelitian diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan serta memperkuat profesionalisme jajaran Polda Sultra dalam mewujudkan penegakan hukum yang modern, adaptif, dan berkeadilan. (red)












