;
Daerah  

Kemarau Panjang, Ribuan Hektare Sawah Sultra Krisis Air

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Kemarau yang melanda Sulawesi Tenggara (Sultra) berdampak terhadap sektor pertanian. Sebanyak 2.846,5 hektare lahan sawah mengalami kekeringan selama Juli hingga Agustus 2026.

Lahan sawah terdampak tersebar di sembilan kabupaten/kota. Kekeringan terluas terjadi di Bombana dengan 1.195,5 hektare, disusul Konawe Selatan 1.150 hektare.

Selanjutnya, Kolaka Timur 201 hektare, Konawe 161,75 hektare, Kolaka 67 hektare, Baubau 46 hektare, Buton 19,25 hektare, Kolaka Utara 4 hektare, dan Buton Tengah 2 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Prof Muhammad Taufik, mengatakan sebagian lahan yang terdampak kekeringan tidak memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah.

Menurutnya, bantuan pengairan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Lahan yang memiliki sumber air akan dibantu dengan pompa melalui skema pinjam pakai. Sementara lahan yang tidak memiliki sumber air akan disiapkan sistem irigasi perpompaan.

“Jadi, yang dibantu sesuai kondisi yang ada. Kalau ada sumber air, kita kasih pompa pinjam pakai. Tetapi kalau tidak ada sumber air, langkah-langkah ke depan disiapkan irigasi perpompaan,” kata Prof Taufik saat ditemui di kantornya, Kamis (20/8/2026).

Selain Distanak Sultra, Balai Wilayah Sungai (BWS) juga menyalurkan bantuan irigasi perpompaan pada tahun ini.

Bantuan tersebut mencakup pembangunan jaringan irigasi air tanah dan air permukaan serta perbaikan saluran irigasi guna mendukung pengairan lahan pertanian di sejumlah kabupaten dan kota.

Prof Taufik mengatakan kondisi kekeringan tersebut berpotensi menyebabkan tanaman mengalami puso atau gagal panen apabila tidak segera turun hujan.

“Jika tidak ada hujan, mungkin akan terjadi puso. Jadi kita cukup prihatin juga,” tuturnya.

Selain lahan yang terdampak kekeringan, Distanak Sultra mencatat sebanyak 167,6 hektare sawah telah mengalami gagal panen. Lahan tersebut tersebar di Kolaka seluas 7 hektare, Konawe Selatan 47,6 hektare, dan Bombana 113 hektare.

Untuk menekan dampak kekeringan, Distanak Sultra juga telah menyalurkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) sesuai arahan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Bantuan alsintan tersebut masing-masing lima unit untuk Bombana, lima unit untuk Konawe Selatan, dua unit untuk Kendari, dan enam unit untuk Kolaka Timur.

Selain bantuan sarana pertanian, petani diarahkan menyesuaikan pola dan kalender tanam dengan mempertimbangkan kondisi iklim, ketersediaan air, serta karakteristik lahan.

Petani juga diminta mengikuti rekomendasi teknis dari penyuluh pertanian maupun instansi terkait agar kegiatan budidaya dapat menyesuaikan kondisi kemarau.

“Kami juga menyarankan agar penggunaan varietas tanaman yang adaptif terhadap kekeringan didorong, terutama jenis berumur genjah atau memiliki toleransi terhadap kekurangan air sesuai rekomendasi teknis,” jelasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;